Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tertekan Konflik di Timur Tengah, Rupiah Melemah Mengawali Pekan Ini
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah di awal pekan ke level Rp16.830 per dolar AS, turun sekitar 0,26 persen akibat tekanan eksternal dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
  • Eskalasi konflik memicu sentimen risk off, membuat investor global mengalihkan aset ke instrumen aman seperti dolar AS dan emas, sehingga menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
  • Bank Indonesia diperkirakan akan melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas kurs, dengan proyeksi pergerakan rupiah hari ini di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan awal pekan, Senin (2/3/2026). Rupiah dibuka di posisi Rp16.812 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.03 WIB, rupiah sudah berada di level Rp16.830 per dolar AS, mengalami pelemahan sebesar 43,00 poin atau sekitar 0,26 persen setelah ditutup di angka Rp16.759 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan.

1. Perang di Timur Tengah bikin investor pilih cari aman

Pengamat pasar uang Lukman Leong memproyeksikan rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahannya terhadap dolar AS sepanjang hari ini, imbas sentimen risk off yang dipicu oleh eskalasi atau peningkatan ketegangan perang di Timur Tengah.

Istilah risk off sendiri merujuk pada kondisi di mana para investor cenderung merasa tidak aman dan memilih untuk menghindari aset-aset berisiko, seperti mata uang negara berkembang termasuk rupiah.

Dalam situasi penuh ketidakpastian seperti konflik bersenjata, pelaku pasar biasanya lebih memilih mengalihkan modal mereka ke aset yang dianggap lebih stabil, seperti dolar AS atau emas.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off dari eskalasi perang di Timur Tengah," ujar Lukman.

2. Bank Indonesia diyakini pasang badan jaga kestabilan kurs

Meskipun tekanan dari sisi eksternal cukup kuat, Lukman menilai pelemahan rupiah tidak akan dibiarkan bergerak terlalu liar. Dia memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan segera turun tangan melakukan intervensi.

Intervensi tersebut merupakan langkah bank sentral untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan valuta asing di pasar, sehingga fluktuasi harga dolar tidak sampai menekan mata uang Garuda terlalu dalam.

"BI diperkirakan akan mengintervensi," kata Lukman.

3. Proyeksi pergerakan rupiah sepanjang hari ini

Sejak awal tahun, rupiah mencatatkan pelemahan sebesar 0,81 persen. Sementara itu, dalam kurun waktu satu tahun terakhir atau 52 minggu, nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp16.079 hingga level terlemahnya di Rp17.224 per dolar AS.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif. Dia memproyeksikan kurs rupiah akan bergerak dalam rentang harga Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS.

Editorial Team