Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran telah berada dalam posisi untuk melancarkan serangan di Selat Bab el-Mandeb serta menyasar sejumlah fasilitas energi utama Arab Saudi.
Hal itu menyusul serangan Houthi pada pekan lalu yang menyasar kilang dan terminal bahan bakar Aramco, fasilitas bahan bakar, bandara, serta kapal di kawasan Bab el-Mandeb.
Menurut Ibrahim, kondisi tersebut mengancam jalur pasokan minyak penting di Timur Tengah. Sebab, pengiriman minyak Arab Saudi yang sebelumnya melewati Selat Hormuz kini banyak dialihkan melalui Selat Bab el-Mandeb.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, pada Minggu (13/9/2026) menyampaikan pertemuan regional antara Iran dan negara-negara Teluk yang semula dijadwalkan pada Senin (14/9/2026) ditunda.
Ibrahim menilai kabar pertemuan tersebut sebelumnya sempat meredakan kenaikan harga minyak karena memunculkan harapan adanya jalur diplomasi untuk mengurangi gangguan pasokan.
Namun, penundaan pertemuan tanpa kepastian waktu pelaksanaan membuat ketegangan di Selat Hormuz masih berpotensi berlanjut.
"Pasokan minyak melalui jalur tersebut telah menyusut drastis hingga jauh di bawah tingkat sebelum perang menyusul memanasnya kembali ketegangan antara AS dan Iran pada bulan Agustus," kata Ibrahim.