Menjual makanan bisa menjadi bisnis yang menarik karena permintaannya selalu ada. Namun, ada satu tantangan yang tidak bisa diabaikan: produk makanan tidak bisa disimpan selamanya. Berbeda dengan pakaian atau peralatan rumah tangga, makanan memiliki masa simpan. Jika tidak terjual tepat waktu, kualitasnya bisa menurun dan pada akhirnya harus dibuang.
Bagi pelaku usaha kecil, makanan yang terbuang bukan sekadar masalah operasional. Itu berarti modal yang sudah dikeluarkan untuk membeli bahan baku atau membuat produk ikut hilang. Karena itu, menjual makanan yang mudah kedaluwarsa membutuhkan strategi yang sedikit berbeda. Kuncinya bukan hanya membuat produk yang enak, tetapi juga mengatur jumlah produksi, stok, dan penjualan dengan cermat. Berikut tiga tips yang bisa diterapkan.
