Defisit Neraca Dagang Barang Inggris Menyusut di Bawah Ekspektasi

- Defisit perdagangan barang Inggris pada Agustus mencapai 19,8 miliar pound sterling, lebih rendah dari proyeksi pasar 21,9 miliar pound, karena impor turun lebih besar dibanding ekspor.
- Impor barang Inggris turun 2,3 persen menjadi 54,2 miliar pound, sedangkan ekspor turun 3,1 persen menjadi 34,4 miliar pound secara bulanan.
- Dalam tiga bulan hingga Agustus, defisit perdagangan barang dan jasa melebar menjadi 8 miliar pound; kenaikan defisit barang sebagian diimbangi surplus jasa yang meningkat.
Jakarta, IDN Times - Defisit perdagangan barang Inggris berada di angka 19,8 miliar pound sterling atau setara Rp470,49 triliun (kurs Rp23.762) pada Agustus. Angka realisasi tersebut berada di bawah ekspektasi pasar yang memproyeksikan defisit sebesar 21,9 miliar pound sterling atau setara Rp520,39 triliun.
Data resmi menunjukkan defisit barang berada pada level tersebut seiring penurunan impor yang lebih besar daripada ekspor, sebagaimana dilansir Anadolu. Berdasarkan data Office for National Statistics (ONS) pada Kamis (15/10/2026), defisit di luar komoditas logam mulia menyempit sebesar 200 juta pound sterling atau setara Rp4,75 triliun dari bulan Juli.
1. Perkembangan impor dan ekspor barang bulanan

ilustrasi pesawat kargo (unsplash.com/Patrick Campanale) Impor barang Inggris secara keseluruhan turun 2,3 persen secara bulanan menjadi 54,2 miliar pound sterling atau setara Rp1.287,89 triliun. Pada periode yang sama, nilai ekspor barang mengalami penurunan sebesar 3,1 persen menjadi 34,4 miliar pound sterling atau setara Rp817,41 triliun.
Setelah disesuaikan dengan inflasi, total impor barang tercatat mengalami penurunan sebesar 2,5 persen. Sementara itu, total ekspor barang yang disesuaikan dengan inflasi mencatatkan penurunan sebesar 2,8 persen.
2. Dinamika perdagangan dengan negara non-Uni Eropa dan Uni Eropa

ilustrasi kapal kargo (pexels.com/William Liu) Impor dari negara-negara non-Uni Eropa turun 6,3 persen menjadi 25,6 miliar pound sterling atau setara Rp608,31 triliun. Penurunan ini terutama didorong oleh berkurangnya pembelian mesin dan peralatan transportasi setelah rekor kenaikan pada Juli. Penurunan impor tersebut mencakup berkurangnya impor pesawat dari Amerika Serikat serta kapal dari China.
Ekspor barang ke negara-negara non-Uni Eropa naik 0,9 persen menjadi 18,6 miliar pound sterling atau setara Rp441,97 triliun. Kenaikan tersebut didukung oleh pengiriman bahan kimia anorganik yang lebih tinggi ke Amerika Serikat.
Sementara itu, impor dari Uni Eropa naik 1,6 persen menjadi 28,6 miliar pound sterling atau setara Rp679,59 triliun, didorong pembelian pesawat dan produk farmasi dari Jerman serta minyak sulingan dari Belanda.
Di sisi lain, ekspor barang ke Uni Eropa turun 7,3 persen menjadi 15,8 miliar pound sterling atau setara Rp375,44 triliun. Pelemahan ini mencerminkan penurunan ekspor pada mesin dan peralatan transportasi, barang manufaktur, bahan bakar, serta bahan kimia. Pengiriman pesawat yang lebih rendah ke Belanda serta berkurangnya pengiriman minyak mentah ke Jerman, Polandia, dan Italia berkontribusi pada penurunan tersebut.
3. Defisit perdagangan barang dan jasa tiga bulanan

ilustrasi supermarket (pexels.com/竟傲 汤) Total defisit perdagangan barang dan jasa Inggris melebar 1,4 miliar pound sterling atau setara Rp33,27 triliun menjadi 8 miliar pound sterling atau setara Rp190,10 triliun dalam tiga bulan hingga Agustus dibanding tiga bulan hingga Mei. Pada periode tiga bulanan tersebut, defisit barang meningkat 2,5 miliar pound sterling atau setara Rp59,40 triliun menjadi 59,1 miliar pound sterling atau setara Rp1.404,33 triliun. Peningkatan defisit barang ini sebagian diimbangi oleh kenaikan perkiraan surplus jasa sebesar 1,1 miliar pound sterling atau setara Rp26,14 triliun menjadi 51,1 miliar pound sterling atau setara Rp1.214,24 triliun.
Perkiraan awal untuk Agustus menunjukkan ekspor sektor jasa mengalami kenaikan 0,4 persen dari Juli. Pada saat bersamaan, nilai impor sektor jasa Inggris naik sebesar 0,2 persen.





















