Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tol Ubah Pola Perjalanan, Jalur Anyer-Panarukan Bakal Dihidupkan Lagi
Ilustrasi jalan nasional (Dok. Kementerian PUPR)
  • Program Anyer-Panarukan 3R mendorong pengembangan desa berdasarkan potensi pertanian, pesisir, wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.

  • Jalur lama tetap digunakan untuk perdagangan dan kegiatan ekonomi meski keberadaan tol mengubah pola perjalanan masyarakat.

  • Ekspedisi dan pengumpulan data disiapkan untuk mengembangkan destinasi, UMKM, kegiatan budaya, serta kerja sama antardaerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu (11/10/2026)

Kick Off Anyer-Panarukan 3R digelar di Auditorium Bank BJB, Jakarta Selatan. Yandri Susanto mendorong pengembangan desa-desa di sepanjang jalur Anyer-Panarukan.

Senin (12/10/2026)

Yandri menyampaikan bahwa program Anyer-Panarukan 3R akan digunakan untuk menaikkan kelas desa-desa dengan mengedepankan potensi masing-masing.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Program Anyer-Panarukan 3R mendorong pengembangan desa, ekonomi, wisata, budaya, dan sejarah di sepanjang Jalan Raya Pos.
  • Who?
    Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, pemerintah daerah Situbondo dan Serang, serta daerah lain di sepanjang jalur.
  • Where?
    Di sepanjang jalur Anyer-Panarukan, termasuk Situbondo, Serang, dan Auditorium Bank BJB, Jakarta Selatan.
  • When?
    Kick Off Anyer-Panarukan 3R disampaikan pada Minggu (11/10/2026), dengan keterangan Yandri pada Senin (12/10/2026).
  • Why?
    Untuk menaikkan kelas desa dan mengembangkan potensi ekonomi, wisata, budaya, sejarah, serta UMKM di sepanjang jalur lama.
  • How?
    Melalui pengumpulan data, ekspedisi Anyer-Panarukan, pengembangan destinasi, pemasaran produk UMKM, kerja sama antardesa, dan dokumentasi digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jalur Anyer-Panarukan mau dibuat ramai lagi dengan cara yang baru. Menteri Yandri dan pemerintah daerah ingin desa, pedagang, UMKM, wisata, budaya, dan sejarah di sepanjang jalan itu berkembang. Tol membuat orang lebih jarang lewat jalan lama. Sekarang, mereka menyiapkan program, ekspedisi, dan dokumentasi untuk membantu daerah-daerah tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Program Anyer-Panarukan 3R membuka ruang bagi desa-desa untuk mengembangkan potensi masing-masing tanpa meninggalkan sejarah dan kearifan lokal. Rencana ekspedisi, dokumentasi digital, festival budaya, serta pemasaran produk UMKM juga mempertemukan peluang ekonomi dengan keterlibatan generasi muda dan kerja sama antardaerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong desa-desa di sepanjang jalur Anyer-Panarukan untuk dikembangkan sesuai potensi masing-masing. Hal itu disampaikan Yandri saat Kick Off Anyer-Panarukan 3R (Road, Route, Roots) di Auditorium Bank BJB, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026).

Menurut Yandri, jalur tersebut melintasi ribuan desa dengan potensi berbeda, mulai dari pertanian, pesisir, desa wisata, budaya, hingga ekonomi kreatif. Kemendes PDT akan menjadikan program tersebut sebagai upaya menaikkan kelas desa sekaligus agenda tahunan yang melibatkan lebih banyak daerah di sepanjang jalur tersebut.

“ Kemendes akan menjadikan momentum Program Anyer-Panarukan 3R ini untuk menaikkan kelas desa-desa yang ada di jalur Anyer-Panarukan dengan tetap mengedepankan potensi desa masing-masing,” kata Yandri dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

1. Situbondo ingin jalur lama tetap jadi sumber ekonomi

Kick Off Anyer-Panarukan 3R (Road, Route, Roots). (Dok. Pemkab Situbondo)

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan program Anyer-Panarukan 3R dibuat karena Jalan Raya Pos tidak hanya memiliki nilai sejarah. Jalur tersebut juga menjadi tempat masyarakat mencari penghasilan.

“Tidak hanya sebagai Anyer-Panarukan sebagai eksistensi sejarah, tapi bagaimana masa depan itu juga dijaga. Jalan Anyer-Panarukan itu tumbuh dengan UMKM. Banyak pedagang, kehidupan ekonomi bisnis tumbuh di sana,” ujar Rio.

Keberadaan tol membuat pola perjalanan berubah. Namun, jalur lama masih digunakan masyarakat untuk berdagang, mengirim produk, dan menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari.

Karena itu, Rio ingin berbagai potensi di sepanjang jalur Anyer-Panarukan bisa dikembangkan menjadi tujuan yang membuat orang berhenti dan berkunjung. Potensi tersebut meliputi wisata, kuliner, UMKM, sejarah, dan budaya.

“Meskipun sudah ada tol sekarang, tapi saya yakin banyak pengguna jalan yang, apalagi Situbondo itu orang mau ke Bali pasti lewat jalan Anyer-Panarukan. Jadi, kita siapkan, tumbuh kembangnya ekonomi bisnis di sepanjang jalan itu,” tuturnya.

Bagi Situbondo, Panarukan menjadi salah satu bagian penting dari sejarah Jalan Raya Pos. Program Anyer-Panarukan 3R menjadi cara pemerintah daerah memperkenalkan sejarah dan potensi daerah tersebut kepada wilayah lain.

Program itu membawa tiga konsep, yakni Road, Route, dan Roots. Road merujuk pada Jalan Raya Pos sebagai jalur yang menghubungkan berbagai daerah. Route berkaitan dengan perjalanan, perdagangan, dan wisata. Sementara Roots berkaitan dengan sejarah, budaya, identitas, dan kearifan lokal.

“Kita tidak sedang menghidupkan kembali sebuah jalan. Kita sedang menghidupkan kembali cerita tentang perjalanan bangsa. Anyer Panarukan 3R, Road, Route, dan Roots. Dari Anyer ke Panarukan, 1.000 KM untuk Indonesia,” katanya

2. Serang ingin UMKM tumbuh di sepanjang Jalan Raya Pos

Produk UMKM di Plaza Banten (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan konsep Route dapat digunakan untuk menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat di sepanjang Jalan Raya Pos.

“Kita ingin menjadikan Jalan Raya Pos ini sebagai pergerakan ekonomi. Kita bisa menumbuhkan UMKM, kita bisa menumbuhkan kuliner. Kemudian juga kita juga bisa menumbuhkan wisata, misalnya wisata religi dan juga sejarah,” ujar dia.

Ratu mengatakan kegiatan ekonomi perlu berjalan bersama dengan keberadaan situs dan cerita sejarah di Jalan Raya Pos. Dengan begitu, masyarakat sekitar dapat ikut mendapatkan manfaat dari aktivitas wisata dan usaha yang muncul.

3. Ada rencana ekspedisi menelusuri jalur Anyer-Panarukan

Ilustrasi jalan nasional (Dok. Kementerian PUPR)

Kerja sama Situbondo dan Serang menjadi awal bagi keterlibatan daerah lain yang berada di sepanjang Jalan Raya Pos. Program Anyer-Panarukan 3R selanjutnya akan mengumpulkan data mengenai kondisi dan potensi di sepanjang Jalan Raya Pos.

Salah satu kegiatan yang disiapkan adalah ekspedisi dari Anyer hingga Panarukan. Tim akan melihat kondisi jalur, situs sejarah, cerita masyarakat, tempat wisata, produk UMKM, serta peluang kerja sama antardaerah.

Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk menentukan destinasi dan paket wisata, kegiatan budaya, pemasaran produk UMKM, serta kerja sama antardesa.

Generasi muda juga akan dilibatkan dalam pembuatan dokumentasi digital dan konten sejarah. Kegiatannya antara lain produksi video, kompetisi video, dan festival budaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article