Menaikkan harga produk seharusnya menjadi langkah yang wajar ketika biaya bahan baku, ongkos kirim, sewa tempat, hingga upah tenaga kerja ikut meningkat. Namun, bagi banyak pelaku UMKM, keputusan tersebut ternyata tidak semudah menaikkan angka pada label harga. Ada banyak pertimbangan yang membuat UMKM bimbang dalam keputusan untuk menaikkan harga produk.
Khawatir pelanggan akan pergi, penjualan turun, atau produk kalah bersaing dengan bisnis lain yang menawarkan harga lebih murah. Situasi ini membuat sebagian UMKM memilih mempertahankan harga meski keuntungan semakin tipis. Padahal, jika terus dilakukan, strategi tersebut justru bisa membuat bisnis kesulitan berkembang. Lantas, kenapa banyak UMKM sulit naikkan harga meski biaya produksi terus naik? Ini dia jawabannya!
