Jakarta, IDN Times - Perusahaan energi raksasa QatarEnergy resmi menyatakan status force majeure atau keadaan darurat setelah rudal milik Iran menargetkan fasilitas energi mereka di Ras Laffan.
Insiden tersebut mengakibatkan penghentian total produksi gas alam cair (LNG) dan produk turunannya, yang berdampak langsung pada pengiriman kepada para pembeli global.
“QatarEnergy menghargai hubungan dengan seluruh pemangku kepentingannya dan akan terus menyampaikan informasi terbaru yang tersedia,” demikian bunyi pernyataan resmi perusahaan, dilansir Doha News, Kamis (5/3/2026).
