Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Pengebom Su-24 Milik Iran

- Angkatan Udara Qatar menembak jatuh dua pesawat pengebom Su-24 milik Iran dan mencegat sejumlah rudal serta drone, menandai peningkatan tajam konflik di kawasan Teluk.
- Serangan Iran menghantam fasilitas LNG QatarEnergy di Ras Laffan, memicu penghentian produksi dan lonjakan harga energi global hingga puluhan persen di pasar Eropa dan Asia.
- Gelombang serangan juga meluas ke Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain, menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur energi, serta insiden salah tembak yang melibatkan jet tempur AS.
Jakarta, IDN Times - Angkatan Udara Qatar berhasil menembak jatuh dua pesawat pengebom Su-24 milik Iran pada Senin (2/3/2026). Insiden ini menandai eskalasi militer di kawasan Teluk menyusul serangan balasan Teheran terhadap sekutu Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kementerian Pertahanan Qatar juga mengonfirmasi telah mencegat tujuh rudal balistik dan lima drone bersenjata dalam rangkaian serangan tersebut.
Ketegangan ini berdampak pada fasilitas energi krusial di wilayah tersebut. Sebuah fasilitas milik QatarEnergy di Ras Laffan terkena serangan drone, yang memaksa perusahaan untuk segera menghentikan produksi gas alam cair atau LNG.
1. Serangan pesawat pertama Iran di konflik terbaru

Pesawat Iran yang dilumpuhkan oleh militer Qatar adalah Su-24, yakni jet tempur supersonik era Uni Soviet yang diproduksi antara tahun 1970-an hingga awal 1990-an. Pesawat ini diketahui mampu membawa hingga 7.711 kilogram persenjataan udara. Sebelum perang meletus, angkatan udara Iran diperkirakan hanya memiliki 29 unit jet Su-24 yang beroperasi secara optimal.
Insiden ini menjadi yang pertama di mana Iran menggunakan pesawat tempur untuk menyerang negara-negara tetangganya di kawasan Teluk Persia. Pada gelombang serangan sebelumnya, pasukan Iran lebih banyak mengandalkan drone dan rudal balistik.
“Tentu saja, hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada harga yang dibayar atas serangan terang-terangan terhadap rakyat kami,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, dilansir The New York Times.
2. Iran serang fasilitas migas Qatar

Serangan drone Iran tidak hanya menargetkan fasilitas militer, tetapi juga menghantam infrastruktur energi di wilayah tersebut. Pabrik QatarEnergy di Ras Laffan, yang berstatus sebagai salah satu eksportir LNG terbesar di dunia, terpaksa menangguhkan seluruh aktivitas produksinya.
Penghentian mendadak pasokan gas alam cair dari Qatar telah memicu kepanikan di pasar energi internasional. Harga gas alam di pasar Eropa tercatat melonjak hingga 50 persen setelah pengumuman penangguhan tersebut. Sementara itu, patokan harga LNG untuk pasar Asia juga dilaporkan mengalami lonjakan hingga hampir 39 persen.
Ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah turut mengerek harga minyak mentah global. Harga minyak dunia dilaporkan melesat hampir sembilan persen menyusul tingginya kekhawatiran atas gangguan jalur pasokan energi. Sementara itu, Iran membantah pihaknya menargetkan infrastruktur sipil negara di kawasan.
“Kami hanya menargetkan sasaran militer dari pasukan musuh. Kami tidak menargetkan warga sipil maupun kepentingan negara-negara tetangga,” ujar Utusan Iran untuk PBB, Amir-Saeid Iravani, dilansir Al Jazeera.
3. Serangan Iran juga menyasar Arab Saudi dan Kuwait

Selain di Qatar, serangan Iran juga merembet ke sejumlah negara Teluk lainnya. Di wilayah Arab Saudi, dua drone bersenjata menargetkan kilang minyak Ras Tanura milik raksasa energi Saudi Aramco. Serangan itu memicu kebakaran kecil dan memaksa manajemen perusahaan untuk menghentikan sebagian operasional kilangnya.
Sementara itu, wilayah utara Kuwait juga terdampak akibat rentetan pencegatan drone yang menargetkan fasilitas vital miliknya. Pecahan drone yang berhasil dicegat dilaporkan jatuh tepat di area kilang Mina Al Ahmadi, sehingga melukai dua orang pekerja di lokasi. Kementerian Kesehatan Kuwait mengonfirmasi sedikitnya 19 orang terluka di seluruh negeri akibat insiden serangan udara tersebut.
Kekacauan di ruang udara Kuwait juga memicu insiden salah tembak yang melibatkan armada tempur militer AS. Tiga jet tempur F-15E Strike Eagle milik AS dilaporkan hancur usai secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Beruntung, Komando Pusat AS memastikan bahwa keenam kru penerbang militer tersebut berhasil melontarkan diri dengan selamat.
Di wilayah laut Bahrain, puing-puing rudal yang dicegat menghantam sebuah kapal komersial di kota pelabuhan Salman, yang memicu kebakaran fatal. Insiden tragis ini menewaskan sedikitnya satu pekerja migran asal Asia serta menyebabkan dua orang pekerja lainnya menderita luka serius. Secara keseluruhan, rangkaian serangan Iran di kawasan Teluk sejauh ini telah menewaskan enam orang dan melukai lebih dari 100 penduduk.


![[QUIZ] Tes Seberapa Luas Wawasan Kamu Tentang Sejarah Kenabian, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20250330/kusi-kisah-nabi-cover-7d0b3b2b4abad8912775212d324e6661.jpg)















