Jakarta, IDN Times - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengantongi kontrak baru sebesar Rp9,78 triliun hingga September 2026. Nilai tersebut meningkat 57,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,20 triliun.
Dari sisi segmen usaha, industri penunjang konstruksi menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 36,3 persen. Selanjutnya, infrastruktur dan gedung sebesar 31,3 persen, energi dan industrial plant 27,2 persen, serta properti dan investasi 5,2 persen.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin mengatakan perusahaan tetap selektif dalam mengikuti tender dengan mempertimbangkan kepastian pendanaan dan skema pembayaran proyek.
“Kami terus selektif dalam mengikuti tender dengan mengutamakan proyek yang memiliki sumber pendanaan jelas dan skema pembayaran yang sehat, sejalan dengan upaya penyehatan keuangan Perseroan,” ujar Ngatemin dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (4/11/2026).