Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
  • BEI mencatat sembilan perusahaan masuk pipeline IPO hingga 6 November 2026, dengan mayoritas berasal dari sektor kesehatan.

  • Sembilan perusahaan tersebut terdiri dari berbagai skala aset, sementara tujuh perusahaan telah mencatatkan saham sepanjang tahun ini.

  • Pipeline EBUS mencapai 29 emisi, sedangkan rights issue yang diterbitkan telah menghimpun Rp37,35 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sepanjang tahun ini

Tujuh perusahaan telah mencatatkan saham di BEI. Total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.

6 November 2026

BEI mencatat sembilan perusahaan dalam pipeline IPO. Sebanyak 29 emisi dari 19 penerbit masuk pipeline EBUS, dan 16 perusahaan telah menerbitkan rights issue.

hingga saat ini

BEI telah mencatat penerbitan 156 emisi obligasi dari 67 penerbit EBUS dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp157,73 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sembilan perusahaan masuk pipeline IPO BEI hingga 6 November 2026, sementara 29 emisi dari 19 penerbit masuk pipeline EBUS.
  • Who?
    Bursa Efek Indonesia (BEI), sembilan perusahaan calon emiten, serta 19 penerbit EBUS.
  • Where?
    Di Bursa Efek Indonesia dan pasar modal Indonesia.
  • When?
    Hingga 6 November 2026.
  • Why?
    Alasan perusahaan masuk pipeline IPO per saat ini masih belum diketahui.
  • How?
    Pipeline IPO terdiri dari perusahaan sektor kesehatan, basic materials, energi, dan keuangan dengan skala aset yang berbeda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BEI mencatat ada sembilan perusahaan yang mau menjual saham untuk pertama kali. Perusahaan itu berasal dari empat sektor, paling banyak sektor kesehatan. Ada juga obligasi dan rights issue. Sampai sekarang, beberapa perusahaan sudah mengumpulkan dana, tetapi masih ada perusahaan yang menunggu masuk pasar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Keberagaman sektor dan skala aset dalam pipeline IPO menunjukkan adanya variasi perusahaan yang bersiap mengakses pasar modal. Di sisi lain, pencatatan saham, penerbitan obligasi, dan rights issue telah menghimpun dana dalam jumlah besar, sehingga aktivitas pendanaan perusahaan melalui pasar modal tetap berlangsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada sembilan perusahaan yang masuk dalam pipeline (daftar antrean) penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) hingga 6 November 2026.

Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari empat sektor usaha. Sembilan perusahaan tersebut terdiri dari satu perusahaan dengan aset skala kecil, lima perusahaan aset skala menengah, dan tiga perusahaan aset skala besar.

Sementara itu, berdasarkan data pipeline BEI, ssepanjang tahun ini sudah ada tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.

1. Mayoritas dari sektor kesehatan

ilustrasi rumah sakit (Pexels.com/supplier gorden ready stok minimalis)

Dari sembilan perusahaan yang masuk pipeline pencatatan saham BEI, sebanyak empat perusahaan berasal dari sektor healthcare atau kesehatan. Kemudian, masing-masing dua perusahaan berasal dari sektor basic materials dan energi. Sementara itu, satu perusahaan lainnya berasal dari sektor keuangan.

Jika dilihat berdasarkan skala aset, satu perusahaan memiliki aset di bawah Rp50 miliar. Lima perusahaan memiliki aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, sedangkan tiga perusahaan lainnya memiliki aset di atas Rp250 miliar.

2. Ada 29 emisi obligasi antre terbit

ilustrasi obligasi (vecteezy.com/Anton Rysak)

Di pasar obligasi, BEI mencatat ada 29 emisi dari 19 penerbit yang masuk dalam pipeline penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) hingga 6 November 2026.

Berdasarkan sektornya, perusahaan dari sektor infrastruktur mendominasi dengan lima penerbit. Disusul sektor keuangan sebanyak empat penerbit.

Kemudian, sektor basic materials dan energi masing-masing memiliki tiga penerbit. Sektor healthcare, industrials, properties & real estate, serta transportation & logistics masing-masing memiliki satu penerbit.

Sementara itu, belum ada penerbit dari sektor consumer cyclicals, consumer non-cyclicals, dan teknologi dalam pipeline tersebut. BEI hingga saat ini telah mencatat penerbitan 156 emisi obligasi dari 67 penerbit EBUS dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp157,73 triliun.

3. Rights issue sudah himpun Rp37,35 triliun

ilustrasi pasar saham, investor, investasi, stock market, diskusi, analisis (magnific.com/drobotdean)

Untuk aksi korporasi melalui rights issue atau penerbitan saham baru dengan memberikan hak kepada pemegang saham lama, BEI mencatat sebanyak 16 perusahaan telah menerbitkan rights issue hingga 6 November 2026.

Total nilai rights issue yang telah diterbitkan mencapai Rp37,35 triliun. Sementara itu, masih terdapat satu perusahaan yang masuk dalam pipeline rights issue BEI. Perusahaan tersebut berasal dari sektor properties dan real estate.

Curated For You

Editorial Team

Related Article