Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

China Siap Beli Produk Pertanian AS jika Tarif Impor Saling Dipangkas

3 min read
China Siap Beli Produk Pertanian AS jika Tarif Impor Saling Dipangkas
ilustrasi bendera AS dan China (Territory of American Canada, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commos)
  • China siap memperluas pembelian produk pertanian AS jika kedua negara menjalankan pemangkasan tarif impor timbal balik senilai 30 miliar dolar AS per pihak.
  • Sekitar 90 persen produk dalam kesepakatan akan mendapat tarif negara paling disukai setelah prosedur hukum domestik selesai, mencakup pertanian, perangkat medis, batu bara, mainan, dan kebutuhan rumah tangga.
  • Beijing dan Washington membentuk Dewan Perdagangan serta kelompok kerja pertanian, sambil memperpanjang pengaturan ekonomi Kuala Lumpur hingga 10 Januari 2027 untuk melanjutkan perundingan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah China menyatakan keterbukaannya untuk memperluas pembelian produk pertanian dari Amerika Serikat (AS). Sikap tersebut dapat direalisasikan asalkan kedua negara menerapkan kesepakatan pemotongan tarif timbal balik atas impor barang dari masing-masing pihak.

Kementerian Perdagangan China menyampaikan posisi tersebut dalam konferensi pers rutin pada Kamis (5/11/2026). Kesepakatan yang dimaksud mencakup penurunan tarif terhadap produk impor senilai 30 miliar dolar AS atau setara Rp542,55 triliun dari masing-masing negara.

  1. 1. Syarat pemangkasan tarif timbal balik kedua negara

    ilustrasi kapal kargo
    ilustrasi kapal kargo (pexels.com/William Liu)

    Juru bicara Kementerian Perdagangan China, Huang Ling, menjelaskan bahwa perdagangan sektor pertanian merupakan komponen penting dalam kerja sama ekonomi bilateral. Menurut laporan Xinhua, perluasan kerja sama ini dinilai dapat memperkaya pilihan bagi konsumen sekaligus memberi pendapatan yang stabil bagi pelaku usaha dan petani di kedua negara.

    Huang mendesak Washington untuk bekerja sama dengan Beijing guna menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan bagi perdagangan pertanian kedua pihak. Langkah tersebut mencakup komitmen bersama untuk menurunkan tarif, memangkas hambatan non-tarif, serta memperluas akses pasar.

    Pernyataan ini menindaklanjuti perundingan putaran kedelapan konsultasi ekonomi dan perdagangan bilateral yang digelar di New York dan Washington pada 20 hingga 23 September 2026. Dalam perundingan itu, disepakati pemotongan tarif timbal balik senilai 30 miliar dolar AS atau setara Rp542,55 triliun, yang mencakup total perdagangan gabungan sekitar 60 miliar dolar AS atau setara Rp1.085,1 triliun.

  2. 2. Cakupan komoditas dan penurunan tarif impor

    ilustrasi mesin pemanen
    ilustrasi mesin pemanen (pexels.com/Mark Stebnicki)

    Sebagaimana dilansir Anadolu Agency, tarif untuk sekitar 90 persen produk yang masuk dalam cakupan kesepakatan akan dipangkas hingga ke tingkat tarif negara paling disukai. Penurunan tarif tersebut akan mulai diberlakukan secara serentak segera setelah kedua belah pihak menyelesaikan prosedur hukum domestik masing-masing.

    Kementerian Perdagangan China memaparkan bahwa pengaturan ini akan mencakup produk pertanian, produk perawatan pribadi, perangkat medis, dan batu bara dari AS. Sementara itu, pihak Washington akan menurunkan tarif untuk berbagai produk impor asal China, meliputi mainan, peralatan rumah tangga, produk bayi, perlengkapan dapur dan kamar mandi, serta hadiah liburan.

  3. 3. Upaya stabilisasi hubungan dagang dan kelompok kerja

    Beijing, China
    Beijing, China (unsplash.com/Christian Lue)

    Kesepakatan pemangkasan tarif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menstabilkan hubungan ekonomi antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Para pemimpin kedua negara sebelumnya telah sepakat membentuk Dewan Perdagangan antarpemerintah saat bertemu di Beijing pada Mei, yang tata cara operasinya dimatangkan dalam perundingan September.

    Dalam pertemuan September tersebut, Beijing dan Washington juga sepakat memperpanjang pengaturan ekonomi dan perdagangan Kuala Lumpur Oktober 2025 hingga 10 Januari 2027. Pengaturan tersebut sebelumnya menangguhkan langkah-langkah tarif dan non-tarif tertentu sampai 10 November 2026, sehingga perpanjangan waktu ini memberi ruang bagi perundingan lanjutan.

    Akses pasar produk pertanian tetap menjadi fokus utama dalam perundingan kedua negara. China dan AS juga telah membentuk kelompok kerja pertanian bersama yang dipimpin oleh Kementerian Perdagangan China serta Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), dengan pertemuan perdana direncanakan berlangsung sebelum akhir 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More