Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp6,3 T dari Forum di London

3 min read
Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp6,3 T dari Forum di London
Menteri Investasi dan Hilirisasi/BPKM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Indonesia menghimpun komitmen investasi sekitar Rp6,3 triliun dari tiga kesepakatan dalam IIF 2026 di London.

  • Investasi mencakup pengolahan timah, pusat data berbasis AI, serta fasilitas perakitan alat berat.

  • Rosan membahas kelanjutan investasi Prudential dan perbaikan kepastian perizinan bagi investor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia berhasil menghimpun komitmen investasi sekitar Rp6,3 triliun atau setara dengan 385,1 juta dolar AS melalui tiga kesepakatan dalam Indonesia Investment Forum (IIF) 2026 di London, Inggris. Penandatanganan dan penyampaian kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani.

Rosan mengatakan, kepastian dan prediktabilitas menjadi pertimbangan penting bagi investor sebelum menanamkan modal. Karena itu, pemerintah terus membenahi iklim investasi, terutama untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses investasi.

"Investor menginginkan kepastian, prediktabilitas, serta proses yang kredibel. Oleh karena itu, Indonesia terus berupaya memperbaiki iklim investasi," kata Rosan, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (7/11/2026).

  1. 1. Investasi mencakup pengolahan timah hingga perakitan alat berat

    ilustrasi smelter (pexels.com/Kateryna Babaieva)
    ilustrasi smelter (pexels.com/Kateryna Babaieva)

    Dari tiga kesepakatan tersebut, nilai terbesar berasal dari Titanium Capital yang berencana menanamkan modal Rp4,16 triliun atau 252,1 juta dolar AS untuk sektor pengolahan timah. Kesepakatan berikutnya melibatkan Axelera. Perusahaan tersebut berencana membangun pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di KEK Industropolis Batang dengan nilai investasi 50 juta euro atau sekitar 56 juta dolar AS. Rencana ini merupakan kelanjutan dari pertemuan bisnis kedua pihak dalam Trade Expo Indonesia 2026.

    Sementara itu, BlackInk Co-operation Limited menyiapkan investasi 77 juta dolar AS untuk memanfaatkan lahan di Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) sebagai lokasi fasilitas perakitan alat berat dan suku cadangnya.

    "Kami terus meninjau dan merevisi kebijakan serta regulasi untuk memberikan kepastian dan prediktabilitas yang lebih baik bagi investor. Indonesia juga terus melakukan pembenahan agar semakin kompetitif dalam menarik investasi asing ke Tanah Air," ujar Rosan.

  2. 2. Sekitar 100 delegasi hadiri Indonesia Investment Forum 2026

    ilustrasi investor, investasi, deal, jabat tangan
    ilustrasi investor, investasi, deal, jabat tangan (magnific.com/freepik)

    IIF 2026 mengangkat tema Fostering Resilient Investment Through a Robust Supply Chain. Sekitar 100 delegasi dari kalangan industri, perbankan, dan pemerintah menghadiri forum tersebut. Dalam forum ini, pemerintah mempertemukan calon investor dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas peluang penanaman modal di Indonesia.

    Agenda yang berlangsung antara lain diskusi tingkat tinggi atau C-Suite bersama pimpinan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Keuangan, serta Bank Indonesia.

    Ada pula pemaparan proyek investasi dari Danantara Indonesia, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan sejumlah BUMN. Para peserta juga mengikuti pertemuan bisnis secara langsung atau one-on-one business matching untuk menjajaki kemungkinan kerja sama.

  3. 3. Rosan jajaki kelanjutan investasi Prudential di Indonesia

    20260615_153303(3).jpg
    Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

    Di sela agenda investasi di London, Rosan juga bertemu Chairman Prudential plc, Sir Douglas Flint. Dalam pertemuan tersebut, Rosan hadir sekaligus sebagai Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Keduanya membahas peluang pengembangan bisnis dan kelanjutan investasi Prudential di Indonesia, terutama pada industri asuransi dan layanan keuangan.

    Ada tiga bidang yang menjadi pembahasan, yakni pengembangan layanan asuransi dan kesehatan yang terintegrasi, peningkatan literasi serta inklusi keuangan, dan pengembangan talenta serta teknologi asuransi. Dua teknologi yang turut dibahas adalah insurance technology (InsurTech) dan kecerdasan buatan (AI).

    Pemerintah juga menargetkan penetrasi asuransi di Indonesia mencapai 3,2 persen pada 2027. Untuk menarik investasi di sektor tersebut, pemerintah menawarkan sejumlah insentif. Salah satunya adalah pengurangan penghasilan kena pajak hingga 200 persen melalui skema super tax deduction bagi perusahaan yang menyelenggarakan program vokasi. Ada pula fasilitas perpajakan bagi lembaga keuangan yang beroperasi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

    Rosan turut menyampaikan perubahan aturan perizinan investasi melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025. Aturan yang diterbitkan pada 2025 itu memberikan kewenangan kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk menerbitkan persetujuan dan perizinan secara otomatis apabila seluruh persyaratan permohonan telah terpenuhi.

    "Langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian yang lebih besar bagi investor dalam memperoleh persetujuan dan perizinan," kata Rosan.

Related Articles

See More