Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Bedanya Active Income, Passive Income, dan Portfolio Income?
ilustrasi uang rupiah (pexels.com/Defrino Maasy)
  • Active income berasal dari pekerjaan langsung, seperti gaji, upah lepas, dan honor proyek; pendapatannya bergantung pada waktu, tenaga, keterampilan, serta aktivitas yang dijalankan.
  • Passive income mengalir dari aset atau sumber yang sudah dibangun, seperti sewa dan royalti, tetapi tetap memerlukan pengelolaan serta dipengaruhi biaya, permintaan, dan risiko.
  • Portfolio income berasal dari investasi, termasuk dividen, bunga obligasi, dan keuntungan penjualan aset; ketiga jenis penghasilan dapat dikombinasikan untuk mengurangi ketergantungan pada pekerjaan utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gaji bulanan bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan penghasilan. Uang juga bisa datang dari aset yang kita sewakan atau investasi yang kita miliki, sehingga sumbernya tidak selalu bergantung pada pekerjaan. Perbedaan cara menghasilkan uang inilah yang melahirkan istilah active income, passive income, dan portfolio income.

Ketiganya mungkin terdengar mirip, tetapi cara kerja masing-masing cukup berbeda. Memahami perbedaan ini dapat membantu kita menentukan sumber pendapatan mana yang ingin dibangun untuk memperkuat finansial dalam jangka panjang. Yuk, simak lebih lanjut perbedaannya di bawah ini!

1. Active income datang dari pekerjaan yang kita lakukan

ilustrasi bekerja (pexels.com/Ivan Samkov)

Active income adalah penghasilan yang kita terima sebagai imbalan atas pekerjaan atau aktivitas yang kita lakukan secara langsung. Gaji karyawan, upah pekerja lepas, honor proyek, dan pendapatan dari pekerjaan tertentu termasuk dalam kategori ini. Ketika kita berhenti bekerja atau tidak lagi menjalankan aktivitas tersebut, sumber penghasilan biasanya ikut berhenti.

Kelebihan utama active income adalah sumbernya relatif mudah dan dapat ditingkatkan melalui kemampuan serta pengalaman. Kita bisa memperoleh penghasilan lebih besar dengan meningkatkan keterampilan, mengambil proyek tambahan, atau mendapatkan posisi dengan gaji lebih tinggi. Namun, jenis pendapatan ini sangat bergantung pada waktu dan tenaga sehingga kemampuan kita menghasilkan uang juga memiliki batas.

2. Passive income bisa menghasilkan tanpa bekerja setiap saat

ilustrasi properti (unsplash.com/Tierra Mallorca)

Passive income biasanya merujuk pada pendapatan yang dapat terus mengalir setelah aset atau sumber penghasilannya terbentuk, sehingga kita tidak lagi terlibat secara aktif atau bekerja setiap saat. Contohnya dapat berupa pendapatan sewa dari properti atau royalti dari karya yang sudah dibuat. Namun, istilah passive bukan berarti kita benar-benar tidak perlu melakukan pekerjaan sama sekali.

Sebuah properti tetap membutuhkan perawatan dan penyewa, sementara karya yang menghasilkan royalti mungkin membutuhkan pengelolaan hak atau pemasaran. Besarnya pendapatan juga tidak selalu tetap karena dipengaruhi kondisi pasar, tingkat permintaan, dan biaya yang harus dikeluarkan. Karena itu, kita tetap perlu melihat biaya, risiko, dan usaha yang dibutuhkan sebelum menganggap suatu sumber pendapatan benar-benar pasif.

3. Portfolio income berasal dari aset yang kita miliki

ilustrasi investasi saham (pexels.com/RDNE Stock project)

Portfolio income adalah penghasilan yang berasal dari investasi atau aset keuangan yang kita miliki. Contohnya mencakup dividen saham, bunga obligasi, serta keuntungan dari penjualan aset investasi dengan harga lebih tinggi daripada harga pembeliannya. Berbeda dari active income, uang tersebut tidak secara langsung berasal dari jam kerja kita.

Namun, portfolio income tidak selalu berarti kita menerima uang secara rutin. Dividen dapat berubah atau tidak dibagikan, sementara keuntungan dari kenaikan harga aset baru menjadi kita dapatkan ketika investasi dijual. Nilainya juga dapat turun ketika pasar mengalami tekanan, sehingga kita perlu memahami risiko setiap instrumen sebelum mengandalkan hasil investasi sebagai sumber pendapatan.

4. Ketiga jenis penghasilan bisa saling melengkapi

ilustrasi seseorang yang sedang bekerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Satu orang bisa memiliki ketiga jenis penghasilan tersebut sekaligus. Misalnya, gaji dari pekerjaan menjadi active income, uang sewa properti menjadi passive income, sedangkan dividen dan keuntungan investasi menjadi portfolio income. Kombinasi tersebut dapat membuat sumber uang kita tidak hanya bergantung pada satu aktivitas.

Bukan berarti kita harus langsung memiliki banyak sumber pendapatan. Prioritasnya dapat dimulai dari membangun active income yang stabil, kemudian menyisihkan sebagian penghasilan untuk membeli aset produktif atau investasi. Seiring waktu, aset tersebut berpotensi memberikan pendapatan tambahan dan membantu kita mengurangi ketergantungan pada penghasilan dari pekerjaan.

Memahami perbedaan ketiganya membantu kita melihat bahwa menghasilkan uang tidak hanya bergantung pada pekerjaan utama. Active income membutuhkan waktu dan tenaga, sedangkan passive income dan portfolio income berkaitan dengan aset yang kita bangun atau miliki. Ketiga jenis penghasilan ini bisa menjadi pertimbangan saat kita ingin membangun keuangan yang lebih stabil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article