Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Aplikasi Reksadana Terbaik 2026 untuk Kamu yang Baru Mulai Investasi
Ilustrasi Reksadana (Sumber : Website Finansialku)
  • Enam aplikasi reksadana yang disebut—Pluang, Ajaib, Bareksa, Bibit, IPOT, dan Growin’—berizin OJK sebagai APERD, dengan keunggulan berbeda dari pilihan produk hingga integrasi ekosistem.
  • Pemula disarankan memulai dari reksadana pasar uang yang berisiko lebih rendah, lalu bertahap ke pendapatan tetap atau campuran setelah memahami NAB, risiko, dan cara kerja investasi.
  • Sebelum memilih aplikasi, cek status APERD, Manajer Investasi, nomor izin OJK, serta rincian biaya; pilih produk sesuai tujuan, jangka waktu, dan profil risiko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mau mulai investasi tapi bingung harus mulai dari mana? Reksadana sering jadi rekomendasi pertama karena kamu tidak perlu jadi ahli pasar modal untuk memulainya — cukup pilih produk, dan dana kamu dikelola oleh Manajer Investasi profesional.

Kamu juga nggak perlu pusing mikirin kapan waktu terbaik untuk beli atau jual, karena semua keputusan alokasi aset ada di tangan MI yang sudah berpengalaman. Berikut enam aplikasi reksadana yang bisa kamu pertimbangkan di 2026.

Apa Aplikasi Reksadana Terbaik untuk Investor Pemula Saat Ini?

Aplikasi

Modal Awal

Kelebihan

Pluang

Rp10.000

Reksadana + saham, crypto, emas dalam satu akun

Bibit

Rp10.000

Reksadana berbasis tujuan finansial

Ajaib

Rp10.000

Reksadana + saham Indonesia

Bareksa

Rp10.000–Rp100.000

Pilihan produk reksadana terlengkap

IPOT

Bervariasi

Reksadana + saham + obligasi

Mandiri Sekuritas (Growin’)

Bervariasi

Terintegrasi Livin’ by Mandiri

Semua aplikasi di atas berizin OJK sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), jadi dari sisi legalitas, kamu tidak perlu khawatir. Yang membedakan adalah ekosistemnya. Pluang menghadirkan reksa dana lewat PT Sarana Santosa Sejati (Pluang Grow) selaku APERD berizin OJK, dan yang menarik, kamu bisa mulai dari Rp10.000 saja — setara harga secangkir kopi — sekaligus punya akses ke saham Indonesia, saham AS, crypto, dan emas digital dalam satu aplikasi yang sama. Jadi kalau nanti kamu mau “naik kelas” ke instrumen lain, tidak perlu unduh aplikasi baru atau ulang proses verifikasi dari nol — cukup pindah tab di aplikasi yang sama, dan portofolio kamu langsung terlihat dalam satu tampilan.

Kalau kamu ingin fokus eksplorasi banyak pilihan reksadana dari berbagai Manajer Investasi, Ajaib dan Bareksa bisa jadi opsi — Bareksa punya koleksi produk reksadana paling lengkap dari banyak MI berbeda, sementara Ajaib menggabungkan reksadana dengan akses saham Indonesia dalam satu aplikasi yang sama, cocok kalau kamu berencana mulai belajar saham juga nanti. Bibit cocok kalau kamu tipe yang males ribet mikirin alokasi sendiri — cukup isi kuisioner profil risiko, dan Bibit yang menentukan kombinasi reksadana yang sesuai buat kamu. Sementara IPOT dan Growin’ lebih cocok buat kamu yang sudah mulai trading saham dan ingin menambah reksadana sebagai pelengkap — IPOT dari PT Indo Premier Sekuritas punya materi riset saham yang cukup lengkap, dan Growin’ dari Mandiri Sekuritas praktis banget buat kamu yang sudah jadi nasabah Bank Mandiri karena terintegrasi langsung ke Livin’.

Kalau Baru Pertama Kali, Mulai dari Reksadana Jenis Apa?

ilustrasi reksadana (pexels.com/TabTrader.com)

Buat kamu yang benar-benar baru, reksadana pasar uang biasanya jadi pilihan paling aman untuk belajar dulu. Setelah terbiasa dengan cara kerja investasi — pantau NAB, paham konsep untung-rugi, dan sudah nyaman dengan aplikasinya — kamu bisa mulai coba reksadana pendapatan tetap atau campuran yang potensi returnnya lebih tinggi, meski risikonya juga ikut naik. Jangan buru-buru langsung ke reksadana saham kalau belum siap melihat nilai investasi naik-turun cukup tajam dalam waktu singkat. Prosesnya bertahap, dan itu wajar — bahkan investor berpengalaman pun awalnya mulai dari instrumen yang paling sederhana.

Reksadana itu Sebenarnya Aman, Nggak?

ilustrasi reksadana (pexels.com/TabTrader.com)

Selama aplikasinya berizin OJK dan produk reksadananya sudah mendapat pernyataan efektif dari OJK, dana kamu tercatat resmi dan terpisah dari kas perusahaan. Tapi tetap perlu diingat: nilai reksadana bisa naik-turun, terutama reksadana saham dan campuran, jadi sesuaikan pilihan dengan tujuan dan jangka waktu investasi kamu. Jangan sampai kamu taruh dana darurat atau uang yang butuh dipakai dalam waktu dekat ke reksadana saham, karena nilainya bisa saja sedang turun tepat saat kamu butuh mencairkannya.

Satu tips praktis: kalau kamu baru mulai, coba dulu reksadana pasar uang. Risikonya paling rendah dan nilainya relatif stabil, jadi cocok buat belajar cara kerja investasi sebelum naik level ke reksadana saham atau instrumen lain yang pergerakannya lebih fluktuatif dan butuh kesiapan mental lebih besar.

Enaknya Investasi Rutin lewat Fitur Auto Invest

ilustrasi reksadana (pexels.com/Aidan Hancock)

Kalau kamu tipe yang gampang lupa atau malas repot transaksi manual tiap bulan, fitur Auto Invest bisa jadi solusi — nominal investasi terpotong otomatis sesuai jadwal yang kamu atur, tanpa perlu buka aplikasi dan klik beli setiap kali gajian. Kebiasaan kecil ini yang biasanya bikin hasil investasi jangka panjang jadi lebih konsisten.

Hal Apa yang Sering Bikin Pemula Salah Pilih Aplikasi?

ilustrasi reksadana (pexels.com/TabTrader.com)

Banyak pemula terjebak memilih aplikasi hanya karena ikut-ikutan teman atau lihat rekomendasi di media sosial, tanpa cek dulu apakah aplikasinya benar-benar berizin OJK. Padahal, hal pertama yang wajib kamu cek adalah status APERD-nya — bukan seberapa ramai aplikasinya dibicarakan orang di linimasa. Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak baca rincian biaya sebelum transaksi, padahal biaya kecil yang berulang bisa menggerus hasil investasi dalam jangka panjang.

Tips sederhana sebelum kamu mulai: unduh aplikasinya, cek dulu apakah muncul nama Manajer Investasi dan nomor izin OJK-nya di halaman produk. Kalau informasi ini tidak ada atau susah ditemukan sama sekali di aplikasi maupun situs resminya, sebaiknya cari aplikasi lain yang lebih transparan soal legalitasnya.

FAQ Singkat

ilustrasi reksadana pasar uang (pexels.com/Anna Nekrashevich)

Reksadana itu apa, sih, buat pemula yang baru mau mulai investasi? Reksadana adalah wadah dana yang dikelola Manajer Investasi profesional, sehingga kamu tidak perlu memilih saham atau obligasi satu per satu sendiri.

Modal investasi reksadana minimal berapa, ya? Mulai dari Rp10.000 di sebagian besar aplikasi, termasuk Pluang.

Reksadana bisa rugi, nggak? Bisa, terutama reksadana saham dan campuran yang nilainya mengikuti kondisi pasar — makanya penting sesuaikan dengan profil risiko kamu.

Butuh berapa lama biar reksadana kelihatan hasilnya? Untuk reksadana saham dan campuran, sebaiknya siapkan waktu minimal 5 tahun supaya potensi pertumbuhannya lebih terasa — reksadana bukan instrumen buat dapat untung dalam hitungan minggu.

Cek panduan lengkapnya, termasuk cara memilih dan simulasi biaya, di: 6 Aplikasi Reksadana Terbaik 2026: Fitur, Biaya, dan Keamanan OJK di blog resmi Pluang — lengkap dengan tips cara mengecek legalitas aplikasi sebelum kamu menyetor dana. Yuk, mulai investasi reksadana dari Rp10.000 di Pluang, atau lirik Emas Digital kalau kamu ingin instrumen alternatif yang juga mudah dipahami pemula.

Investasi mengandung risiko. Pastikan kamu memahami karakteristik setiap produk reksa dana dan menyesuaikannya dengan profil risiko serta tujuan finansial pribadi. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. 

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Editorial Team

Related Article