Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bank Mandiri Kucurkan KUR Rp21,41 Triliun di Semester I 2026
Ilustrasi Bank Mandiri Salurkan KUR (Dok/Istimewa).
  • Bank Mandiri menyalurkan KUR Rp21,41 triliun hingga Juni 2026, setara 52,21% target tahunan Rp41 triliun, kepada lebih dari 162.000 pelaku UMKM.
  • Sektor produksi menyerap Rp13,68 triliun atau 63,92% KUR, dengan pertanian sebagai kontributor terbesar; penyaluran kepada 116.000 debitur baru mencapai 52,51% target.
  • Sejak 2008 hingga Juni 2026, Bank Mandiri menyalurkan KUR Rp324,65 triliun kepada 3,75 juta debitur, serta KPP Rp839,99 miliar bagi 3.167 debitur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Bank Mandiri Tbk telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp21,41 triliun hingga akhir Juni 2026. Nilai tersebut setara 52,21% dari target penyaluran KUR sepanjang tahun ini yang sebesar Rp41 triliun.

Penyaluran KUR tersebut menjangkau lebih dari 162.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Perseroan menyebut kualitas kredit tetap terjaga sehingga penyaluran pembiayaan produktif terus berlanjut.

1. Penyaluran KUR di semester I didominasi oleh sektor produksi

PT Bank Mandiri Tbk telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp21,41 triliun hingga akhir Juni 2026. (Dok/Istimewa).

Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari mengatakan, realisasi penyaluran KUR mencerminkan komitmen perseroan dalam memperkuat ekosistem ekonomi produktif di Indonesia.

"Kami ingin pelaku UMKM merasakan kemudahan, baik dalam mengakses pembiayaan maupun memperoleh pendampingan agar usahanya dapat naik kelas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjadi mitra usaha jangka panjang bagi para pelaku UMKM," ujar Saptari dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).

Saptari menjelaskan, penyaluran KUR hingga semester I-2026 masih didominasi sektor produksi dengan nilai Rp13,68 triliun atau 63,92 persen dari total penyaluran. Sementara itu, sektor nonproduksi menyerap Rp7,72 triliun atau 36,08 persen.

2. Bank Mandiri salurkan kredit program perumahan kepada 3.167 debitur

Penyaluran rumah subsidi, Selasa (6/5/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)

Dari sisi sektor usaha, pertanian menjadi kontributor terbesar dengan porsi 33,08 persen, diikuti sektor jasa produksi sebesar 21,75 persen. Komposisi tersebut mencerminkan fokus Bank Mandiri dalam memperkuat pembiayaan pada sektor-sektor produktif yang memiliki nilai tambah tinggi.

Selain itu, perluasan basis nasabah juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir Juni 2026, penyaluran KUR kepada debitur baru telah mencapai 116 ribu debitur atau 52,51 persen dari target 220 ribu debitur baru sepanjang tahun ini.

Capaian tersebut mencerminkan semakin luasnya jangkauan pembiayaan Bank Mandiri kepada pelaku usaha yang sebelumnya belum memperoleh akses ke layanan keuangan formal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi produktif di berbagai daerah.

"Di luar penyaluran KUR, Bank Mandiri juga mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Program 3 Juta Rumah. Hingga Juni 2026, perseroan telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) dari sisi demand sebesar Rp839,99 miliar kepada 3.167 debitur," ungkapnya.

Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah sebagai bagian dari upaya mendukung kegiatan usahanya.

3. Secara kumulatif, Bank Mandiri salurkan KUR senilai Rp324,65 triliun

Bank Mandiri terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor-sektor strategis, khususnya pangan. (Dok. Mandiri)

Ia menjelaskan secara kumulatif, sejak 2008 hingga 30 Juni 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR senilai Rp324,65 triliun kepada 3,75 juta debitur di seluruh Indonesia. Konsistensi tersebut memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai salah satu penyalur KUR terbesar di Indonesia yang terus mendukung pemerataan akses pembiayaan produktif.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Bank Mandiri terus memperkuat strategi pembiayaan berbasis ekosistem melalui pendekatan closed-loop yang menghubungkan pelaku UMKM dengan seluruh mata rantai usaha, mulai dari pemasok, distributor, agregator, hingga off-taker. Melalui pendekatan tersebut, pembiayaan diharapkan semakin tepat sasaran serta mampu meningkatkan daya saing UMKM secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bank Mandiri juga terus memperkuat model bisnis BUMN yang adaptif dan kolaboratif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ke depan, perseroan akan memperluas akses pembiayaan produktif melalui jaringan layanan, kanal digital, serta penguatan literasi keuangan agar semakin banyak UMKM mampu naik kelas.

"Kolaborasi yang semakin erat dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan akan mempercepat penguatan sektor produktif nasional. Bank Mandiri berkomitmen menghadirkan pembiayaan yang sehat dan berdampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan upaya kami menjadi penggerak ekosistem ekonomi nasional," tutup Saptari.

Curated For You

Editorial Team

Related Article