Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BNI Rilis PERIKSA, Nasabah Korporasi Dapat Tips Transaksi Aman
Gedung Menara BNI di Pejompongan, Jakarta (Dok BNI)
  • BNI meluncurkan panduan keamanan digital bernama PERIKSA untuk nasabah korporasi guna meningkatkan kewaspadaan terhadap phishing yang marak di layanan BNIdirect.
  • Panduan ini menekankan pentingnya literasi digital, karena keamanan transaksi tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga kesadaran dan kebiasaan aman para nasabah.
  • PERIKSA berisi langkah praktis seperti penggunaan email resmi, pembuatan password kuat, penggunaan perangkat pribadi, serta pemeriksaan detail transaksi sebelum otorisasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkenalkan panduan keamanan transaksi digital bertajuk PERIKSA untuk nasabah korporasi.

Panduan itu dirilis untuk meningkatkann kewaspadaan terhadap phishing yang makin sering terjadi seiring meningkatnya transaksi digital, terutama pada pengguna layanan BNIdirect.

1. Phising jadi ancaman serius buat pelaku usaha

ilustrasi hacker (IDN Times/Aditya Pratama)

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan phishing menjadi ancaman serius karena pelaku berupaya mencuri data sensitif lewat tautan atau pesan yang menyerupai komunikasi resmi.

“Phishing merupakan upaya pencurian data sensitif seperti user ID, password, maupun PIN melalui pesan atau tautan palsu yang menyerupai komunikasi resmi. Data yang diperoleh pelaku kemudian digunakan untuk mengakses akun dan melakukan transaksi tanpa sepengetahuan nasabah,” tutur Okky dikutip Jumat, (10/4/2026).

2. Edukasi keamanan digital jadi fokus

Ilustrasi transaksi digital (IDN Times/Aditya Pratama)

BNI menilai keamanan transaksi tidak cukup hanya mengandalkan sistem, tetapi juga literasi digital nasabah. Karena itu, panduan PERIKSA dirancang sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko kejahatan siber pada transaksi korporasi.

Menurut Okki, pendekatan edukasi itu melengkapi penguatan sistem keamanan yang sudah ada.

“BNI tidak hanya menghadirkan sistem yang aman, tetapi juga mendorong peningkatan literasi digital nasabah agar lebih waspada dalam bertransaksi,” kata Okki.

Fokus edukasi itu menyasar aktivitas yang paling rentan, seperti penggunaan email, pengelolaan password, hingga kebiasaan akses layanan perbankan digital.

3. Panduan PERIKSA: dari email resmi hingga perangkat pribadi

Ilustrasi uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Panduan PERIKSA berisi sejumlah langkah praktis untuk mencegah phishing. Nasabah diminta memastikan penggunaan email resmi, membuat password unik dan kuat, serta memperbaruinya secara berkala.

Selain itu, informasi akun seperti Company ID, user ID, dan password harus dirahasiakan. BNI juga mengingatkan pentingnya menggunakan perangkat pribadi dan menghindari jaringan Wi-Fi publik yang berisiko.

Nasabah juga diimbau mengakses layanan hanya melalui alamat resmi, serta menghubungi Service Action Team melalui kanal resmi jika membutuhkan bantuan.

Langkah terakhir, nasabah diminta memeriksa detail transaksi sebelum otorisasi untuk mencegah kesalahan atau penyalahgunaan.

BNI menegaskan keamanan transaksi digital merupakan tanggung jawab bersama antara bank dan nasabah. Sistem keamanan tetap membutuhkan dukungan perilaku pengguna yang disiplin.

“BNI mendorong seluruh nasabah untuk berperan aktif menjaga keamanan transaksi. Dengan kewaspadaan yang tinggi dan pemanfaatan kanal resmi, ekosistem perbankan digital yang aman dan terpercaya dapat terwujud,” ujar Okki.

Editorial Team