Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Peran sebagai Investor SUN
BPJS Ketenagakerjaan menegaskan posisinya sebagai salah satu investor strategis terbesar dalam instrumen Surat Utang Negara (SUN) dalam Forum Konsultasi Publik dan Apresiasi SUN yang digelar Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan. (dok. BPJS Ketenagakerjaan)
  • BPJS Ketenagakerjaan menegaskan perannya sebagai investor strategis besar di Surat Utang Negara, mendukung pembiayaan pembangunan nasional dan menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
  • Pengelolaan investasi BPJS Ketenagakerjaan mengutamakan keamanan serta pengembangan dana peserta melalui strategi 3C: Coverage, Care, dan Credibility untuk memastikan manfaat optimal bagi pekerja.
  • SUN menjadi instrumen utama investasi karena risikonya rendah dan hasilnya stabil, sekaligus membuka peluang sinergi dengan kementerian guna memperluas ekosistem jaminan sosial nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BPJS Ketenagakerjaan menegaskan perannya sebagai salah satu investor strategis terbesar dalam instrumen Surat Utang Negara (SUN) untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional dan menjaga stabilitas ekonomi.
  • Who?
    BPJS Ketenagakerjaan bersama Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, dengan pernyataan disampaikan oleh Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan, Eko Purnomo.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Jakarta dalam Forum Konsultasi Publik dan Apresiasi SUN yang diselenggarakan oleh DJPPR Kementerian Keuangan.
  • When?
    Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari ini, meskipun tanggal pastinya belum disebutkan secara rinci dalam keterangan yang tersedia.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah dan investor institusi domestik serta memastikan pengelolaan dana jaminan sosial pekerja tetap aman dan produktif.
  • How?
    BPJS Ketenagakerjaan mengelola investasi melalui strategi 3C: Coverage, Care, dan Credibility, dengan fokus pada keamanan dana peserta serta pemanfaatan SUN sebagai instrumen investasi utama berisiko rendah dan imbal hasil stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - BPJS Ketenagakerjaan menegaskan posisinya sebagai salah satu investor strategis terbesar dalam instrumen Surat Utang Negara (SUN). Komitmen ini mendapat apresiasi dalam Forum Konsultasi Publik dan Apresiasi SUN yang digelar Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan.

Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan, Eko Purnomo, menyebut forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah dan investor institusi domestik.

1. Jadi investor strategis, dorong pembiayaan pembangunan

BPJS Ketenagakerjaan menegaskan posisinya sebagai salah satu investor strategis terbesar dalam instrumen Surat Utang Negara (SUN) dalam Forum Konsultasi Publik dan Apresiasi SUN yang digelar Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan. (dok. BPJS Ketenagakerjaan)

BPJS Ketenagakerjaan berperan aktif sebagai investor di Surat Utang Negara yang turut mendukung pembiayaan pembangunan nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.

“Forum pada hari ini merupakan forum yang sangat penting. Ini menjadi ruang strategis untuk membangun kemitraan antara BPJS Ketenagakerjaan dengan DJPPR. Peran BPJS Ketenagakerjaan sebagai investor SUN menciptakan double impact: menjaga dan mengembangkan dana jaminan sosial pekerja, sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan serta stabilitas ekonomi Indonesia,” tegas Eko.

2. Prioritaskan keamanan dan pengembangan dana pekerja

BPJS Ketenagakerjaan menegaskan posisinya sebagai salah satu investor strategis terbesar dalam instrumen Surat Utang Negara (SUN) dalam Forum Konsultasi Publik dan Apresiasi SUN yang digelar Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan. (dok. BPJS Ketenagakerjaan)

BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa pengelolaan investasi selalu mengutamakan kepentingan peserta.

Dana yang dihimpun dari pekerja dikelola secara hati-hati agar tetap aman, berkembang, dan memberikan manfaat optimal. Hal ini dijalankan melalui strategi 3C: Coverage, Care, dan Credibility.

Selain menjaga keberlanjutan dana, BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong perluasan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja, termasuk sektor informal dan kelompok rentan.

3. Andalkan SUN sebagai instrumen investasi utama

Mulai bulan Mei 2025, peserta BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki saldo JHT maksimal Rp15 juta dapat mencairkan klaim melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) (dok. BPJS Ketenagakerjaan)

Investasi pada Surat Utang Negara menjadi salah satu instrumen utama dalam strategi pengelolaan dana karena dinilai memiliki risiko relatif rendah dengan imbal hasil stabil.

BPJS Ketenagakerjaan juga membuka peluang sinergi lebih luas dengan kementerian dan lembaga melalui eksplorasi instrumen tematik SUN untuk memperluas ekosistem jaminan sosial.

“Kami dalam mengelola investasi tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi seluruh peserta, namun juga mendukung pembiayaan pembangunan nasional sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi dan menyejahterakan pekerja Indonesia,” tutup Eko. (WEB)

Editorial Team