Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Atur Gaji UMR agar Bisa Beli Rumah dan Tetap Investasi
ilustrasi gaji (unsplash.com/Jp Valery)
  • Cara mengatur gaji UMR agar bisa beli rumah dan tetap investasi penting diketahui.

  • Sebelum membeli rumah, harga dan cicilannya perlu disesuaikan dengan kemampuan sambil menghitung biaya tambahan lain

  • Di luar tabungan rumah, investasi tetap bisa berjalan dengan porsi kecil dan rutin setelah kebutuhan pokok terpenuhi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gaji UMR sering dianggap belum cukup guna memenuhi berbagai kebutuhan sekaligus, termasuk menabung untuk membeli rumah dan menyisihkan dana untuk investasi. Apalagi, biaya hidup yang terus meningkat kini membuat sebagian pekerja harus lebih cermat dalam mengatur keuangan setiap bulannya.

Meski begitu, bukan berarti memiliki rumah dan tetap berinvestasi menjadi hal mustahil bagi para pekerja dengan gaji UMR. Kuncinya adalah menentukan prioritas, menyesuaikan target sesuai kemampuan, serta membagi penghasilan secara realistis. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini cara mengatur gaji UMR agar bisa beli rumah dan tetap investasi.

1. Tips mengatur gaji UMR agar bisa beli rumah dan tetap investasi

ilustrasi tabungan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Membeli rumah sekaligus tetap investasi dengan penghasilan UMR memang butuh perencanaan dan usaha yang lebih besar. Meski begitu, targetnya tetap bisa diupayakan selama keuangan dikelola dengan baik dan realistis. Berikut sejumlah tipsnya.

  • Catat pendapatan dan pengeluaran bulanan

Pertama, kamu perlu tahu berapa uang yang benar-benar masuk dan keluar setiap bulannya. Catat saja kebutuhan rutin seperti makan, transportasi, tempat tinggal, cicilan, serta pengeluaran lain. Dari catatan ini, nantinya bisa terlihat uang yang masih tersedia dan bisa dialokasikan ke tabungan beli rumah serta investasi.

  • Tentukan target rumah impian dan instrumen investasi

Sebelum mulai menabung, tentukan dulu rumah seperti apa yang ingin dibeli. Perhatikan mulai dari kisaran harga, lokasi, hingga perkiraan uang muka yang perlu disiapkan. Tentukan juga instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan dan kondisi keuangan.

  • Buat rancangan anggaran

Setelah menentukan target rumah dan instrumen investasi, langkah berikutnya adalah membuat rancangan anggaran. Usahakan anggaran dibuat secara realistis dan sesuai kemampuan. Jika ada pengeluaran yang masih bisa dikurangi, selisihnya dapat dialihkan untuk mempercepat tabungan rumah atau menambah investasi.

  • Pisahkan uang berdasarkan tujuan

Biar penyesuaiannya lebih mudah, kamu juga bisa memisahkan uang berdasarkan tujuannya. Misal, seperti untuk tabungan beli rumah, investasi, dan kebutuhan sehari-hari. Dengan cara ini, uang yang sudah disisihkan tidak mudah terpakai untuk kebutuhan lain. Kamu juga akan lebih mudah melihat perkembangan masing-masing target.

  • Pelajari penawaran program rumah atau instrumen investasi

Meski sudah punya gambaran tentang target rumah impian penting untuk tetap memahami program menarik yang tersedia. Jadi, sambil menabung, kamu bisa mempelajari program-program itu, mulai dari skema, syarat, waktu tenor, dan lainnya.

Hal ini juga berlaku untuk investasi. Sebaiknya, pilih instrumen yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, preferensi, serta kondisi saat ini.

  • Jangan utang

Biar uang tabunganmu cepat terkumpul dan kebutuhan investasi tetap jalan, sebisa mungkin hindari utang. Sebab, tindakan berutang dapat menambah beban finansial yang memunculkan efek lain. Daripada utang, lebih baik membatasi pengeluaran yang tidak perlu untuk sementara waktu.

2. Pertimbangan sebelum beli rumah jika gaji masih UMR

ilustrasi menabung untuk beli rumah (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Memang tak ada salahnya untuk membeli rumah meski gaji masih UMR. Namun, ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan biar tidak salah langkah. Berikut di antaranya.

  • Sesuaikan harga rumah dengan kemampuan

Pertimbangan pertama adalah menyesuaikan harga sesuai kemampuan. Jangan pilih rumah hanya berdasarkan keinginan, namun juga kondisi dan kemampuan membayar cicilannya.

  • Hitung biaya selain cicilan

Membeli rumah tidak hanya membutuhkan dana untuk uang muka dan cicilan. Ada biaya lain yang perlu diperhitungkan, seperti biaya administrasi, pajak, biaya notaris, renovasi, hingga kebutuhan untuk mengisinya. Karena itu, jangan sampai seluruh tabungan habis untuk membayar uang muka tanpa menyisakan dana untuk kebutuhan setelah cicilannya lunas.

  • Perhatikan lokasi rumah

Lokasi juga penting dipertimbangkan. Jika kamu tak keberatan tinggal agak jauh dari pusat kota, cari saja rumah di daerah atau kawasan lain yang harganya lebih bersahabat. Perhatikan pula akses transportasinya apakah sudah cukup memadai.

  • Pertimbangkan kebutuhan jangka panjang

Rumah sebaiknya tidak hanya cocok untuk kondisi saat ini, namun juga kebutuhan beberapa tahun ke depan. Misalnya pertimbangkan luas rumah, akses transportasi, fasilitas umum, serta kemungkinan perubahan kebutuhan keluarga.

  • Pastikan memiliki dana darurat

Kemudian, pertimbangkan juga dana darurat untuk menghadapi kondisi tidak terduga. Hal ini terutama ketika seseorang sudah memiliki kewajiban cicilan lain. Ada risiko yang tak bisa dicegah seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan keluarga, atau pengeluaran mendadak yang dapat jadi masalah jika tidak memiliki cadangan dana.

3. Bagaimana tetap investasi saat menabung untuk rumah?

ilustrasi investasi saham (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)

Meski sedang menabung untuk beli rumah, investasi tetap dapat dilakukan dengan nominal yang disesuaikan. Alhasil, investasi tetap bisa berjalan untuk tujuan keuangan jangka panjang, sementara dana rumah tetap dipersiapkan sesuai target waktu yang sudah ditentukan.

  • Tentukan porsi investasi yang realistis

Kendati punya banyak target, kamu tetap harus realistis. Setelah kebutuhan pokok dan tabungan rumah terpenuhi, sisihkan sebagian penghasilan sisanya untuk investasi. Tak perlu memaksakan nominal besar, investasi dengan jumlah kecil tetapi dilakukan secara rutin dapat jadi solusi.

  • Pisahkan dana investasi dan tabungan rumah

Kamu juga bisa memisahkan dana untuk tabungan rumah dengan investasi. Buat saja alokasi atau rekening yang berbeda agar dana untuk membeli rumah tidak terpakai untuk kebutuhan investasi, begitu pula sebaliknya.

  • Manfaatkan penghasilan tambahan

Tambahan penghasilan seperti THR, bonus, atau pekerjaan sampingan dapat dimanfaatkan untuk mempercepat target membeli rumah. Sebagian dana tersebut juga bisa digunakan guna menambah aset investasi. Satu hal penting, tentukan pembagiannya sejak awal agar uang tambahan tidak habis tanpa tujuan.

Itulah tadi ulasan mengenai cara mengatur gaji UMR agar bisa beli rumah dan tetap investasi. Bagaimana menurutmu?

Curated For You

Editorial Team

Related Article