Istilah money dysmorphia belakangan banyak dibahas untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang memiliki pandangan yang tidak sesuai dengan kondisi keuangannya sendiri. Seseorang yang mengalaminya bisa merasa dirinya tidak cukup kaya, meski secara finansial sebenarnya berada dalam kondisi yang baik. Kondisi ini dapat memengaruhi cara seseorang melihat dirinya, mengambil keputusan keuangan, hingga menjalani kehidupan sehari-hari.
Money dysmorphia juga bisa membuat seseorang terus merasa kurang dan cemas terhadap uang tanpa alasan yang jelas. Perasaan tersebut sering muncul karena kebiasaan membandingkan kondisi finansial dengan orang lain atau standar kehidupan yang terlihat di media sosial. Lantas, apa saja gejala money dysmorphia yang perlu kamu kenali?
