Jakarta, IDN Times - CEO DANA, Vince Iswara membeberkan riset menarik soal golongan masyarakat yang rentan terhadap penipuan di sektor keuangan.
Dia mengatakan, sebuah riset internasional menunjukkan orang-orang dengan tingkat intelektual tinggi rentan menjadi korban penipuan.
“Di research ini ditunjukkan bahwa yang lebih rentan itu siapa? Yang intelligence-nya lebih tinggi, yang PhD. Kenapa? Karena mereka merasa yakin gue aman. Merasa pintar,” kata Vince dalam sesi “Code of Trust: Cybersecurity in a Cashless Generation" pada Indonesia Summit 2026 yang digelar di The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).
Vince mengatakan, ada praktik rekayasa sosial (social engineering) yang banyak menelan korban dari kalangan orang-orang dengan intelektual tinggi. Sebab, pelaku social engineering bisa membuat skenario penipuan yang membuat korban merasa pelaku adalah orang terdekatnya. Sehingga mereka sukarela mengirimkan uang ke pelaku.
“Ini benar-benar, social engineering itu powerful. Social engineering itu powerful, jadi kalau mereka sudah mendapat idea siapa kamu, who you are, itu nanti bisa dilakukan dengan cara yang se-soft, se-smooth itu, membuat mereka merasa, oh ini temen gue, oh ini apa namanya, somebody yang, atau family gue, jadi gue percaya aja,” ucap Vince.
Vince menekankan, hal yang penting untuk menghindari masyarakat dari penipuan keuangan bukanlah jenjang pendidikannya. Tapi aspek hati-hati yang harus tetap dijaga, dari mana pun orang itu berasal, atau apapun jenjang pendidikan yang dimiliki.
“Hati-hati, jadi sebenarnya yang penting itu bukannya level of intelligence, bukan level of education-nya, yang harus penting adalah kalian semua harus hati-hati. Setiap transaksi pertanyakan, ini benar apa enggak?” ucap Vince.
Dia menekankan, verifikasi di setiap transaksi keuangan itu penting dilakukan, ke siapa pun transaksi itu dituju.
“Ini juga sebenarnya yang paling penting juga ya, dari teman-teman itu semua, kalau diminta uang ya, tolong verifikasi dulu orangnya benar enggak itu,” tutur Vince.
IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
