Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Ada Produk yang Baru Laku setelah Lebaran?

Kenapa Ada Produk yang Baru Laku setelah Lebaran?
ilustrasi belanja sepatu Oxford (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)
Intinya Sih
  • Setelah Lebaran, perilaku belanja bergeser dari impulsif ke selektif; konsumen lebih mencari produk fungsional dan bernilai nyata dibanding sekadar kesenangan sesaat.
  • Fase pemulihan finansial membuat produk kebutuhan harian, self-care sederhana, dan solusi hemat mengalami peningkatan permintaan karena relevan dengan kondisi pasca pengeluaran besar.
  • Menurunnya kompetisi serta munculnya kebutuhan kenyamanan dan perawatan diri membuka peluang bagi produk yang menawarkan rasa tenang dan kemudahan setelah euforia Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak pebisnis fokus habis-habisan sebelum dan saat Lebaran, tapi justru kaget ketika ada produk tertentu yang malah laris setelahnya. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari perubahan perilaku konsumen yang cukup drastis setelah fase euforia selesai.

Setelah Lebaran, orang mulai kembali ke realita. Pola belanja berubah, prioritas bergeser, dan cara mereka melihat produk jadi berbeda. Inilah yang membuat beberapa produk justru menemukan momentumnya di fase ini.

1. Perubahan dari konsumtif ke selektif

ilustrasi belanja sesuai kebutuhan (pexels.com/Ninthgrid)
ilustrasi belanja sesuai kebutuhan (pexels.com/Ninthgrid)

Saat Lebaran, orang cenderung lebih impulsif dalam belanja. Namun setelahnya, mereka mulai lebih hati-hati dan rasional. Produk yang menawarkan fungsi jelas biasanya lebih dilirik.

Inilah kenapa produk yang “terlalu fancy” bisa turun, sementara yang praktis justru naik. Customer mencari value, bukan sekadar kesenangan sesaat. Perubahan mindset ini sangat berpengaruh.

2. Efek “recovery” setelah pengeluaran besar

ilustrasi pria belanja
ilustrasi pria belanja (pexels.com/Drazen Zigic)

Setelah banyak pengeluaran, orang cenderung masuk fase pemulihan finansial. Mereka mulai mencari produk yang membantu menghemat atau memperbaiki kondisi. Ini membuka peluang baru.

Produk seperti kebutuhan harian, self-care sederhana, atau solusi hemat biasanya naik. Mereka bukan lagi prioritas saat Lebaran, tapi jadi penting setelahnya. Ini momen yang sering diremehkan.

3. Kebutuhan baru yang muncul setelah aktivitas tinggi

ilustrasi belanja Frozen food
ilustrasi belanja Frozen food (pexels.com/Gustavo Fring)

Selama Lebaran, aktivitas meningkat—perjalanan jauh, kumpul keluarga, hingga perubahan pola hidup. Setelah itu, muncul kebutuhan baru yang sebelumnya tidak terasa.

Misalnya kebutuhan istirahat, kesehatan, atau perbaikan barang. Produk yang menjawab kebutuhan ini biasanya baru “terlihat” setelah Lebaran. Ini yang membuat penjualannya naik di fase ini.

4. Kompetisi mulai berkurang

ilustrasi bisnis donat
ilustrasi bisnis donat (pexels.com/Lando Dong)

Banyak bisnis hanya fokus di momen Lebaran, lalu menurunkan aktivitas setelahnya. Akibatnya, persaingan jadi lebih longgar. Produk yang sebelumnya tenggelam jadi lebih terlihat.

Dengan kompetitor yang berkurang, visibilitas produk kamu meningkat. Ini memberikan peluang untuk naik tanpa harus perang harga. Timing jadi faktor penting di sini.

5. Customer lebih butuh kenyamanan (comfort)

ilustrasi customer dan pelayan
ilustrasi customer dan pelayan (pexels.com/Pixelseffect)

Setelah fase ramai dan melelahkan, orang cenderung mencari kenyamanan. Baik secara fisik maupun emosional. Produk yang memberikan rasa “tenang” jadi lebih relevan.

Inilah kenapa produk comfort seperti makanan sederhana, perawatan diri, atau hiburan ringan bisa naik. Mereka menjadi pelarian setelah euforia. Dan ini adalah peluang besar jika dimanfaatkan.

Produk yang laku setelah Lebaran bukan karena kebetulan, tapi karena relevansi. Mereka hadir di waktu yang tepat saat kebutuhan berubah. Inilah yang membedakan produk biasa dengan yang benar-benar dibutuhkan.

Kalau kamu bisa membaca pola ini, kamu tidak akan hanya bergantung pada peak season. Justru setelahnya, kamu bisa menemukan peluang yang lebih stabil dan berkelanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More