Comscore Tracker

Aktiva Non Produktif: Pengertian dan Perbedaannya 

Apa Itu Aktiva Non Produktif?

Ada banyak macam jenis aktiva, salah satunya adalah aktiva non produktif. Apa itu aktiva non produktif? Menurut Otoritas Jasa Keuangan, aktiva non produktif merupakan bank yang tidak menghasilkan pendapatan. Contohnya adalah uang tunai yang dikuasai bank, giro wajib di bank sentral, giro di bank lain, cek yang berada dalam proses penagihan dan aktiva tetap atau non-earning assets.

Untuk lebih detail mengenai aktiva non produktif, simak ulasan di bawah ini.

Baca Juga: Aktiva Lancar: Pengertian, Karakteristik dan Jenisnya

1. Definisi aktiva non produktif

Aktiva Non Produktif: Pengertian dan Perbedaannya Ilustrasi Harta Kekayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Aktiva non produktif merupakan jenis aktiva atau aset yang tidak menguntungkan. Pasalnya jenis aktiva ini tidak menghasilkan pengembalian apapun. Di dalamnya termasuk uang yang ada di rekening bank yang tidak menghasilkan bunga, serta properti atau real estate lainnya yang tidak menghasilkan pendapatan atau peningkatan nilai dari waktu ke waktu.

2. Perbedaan aktiva non produktif dan aktiva produktif

Aktiva Non Produktif: Pengertian dan Perbedaannya Unsplash/ Micheile Henderson

Ketika bicara aktiva non produktif, tentu kita pun akan cenderung untuk membandingkannya dengan aktiva produktif. Apakah ada bedanya? Tentu saja ada. Jika aktiva non produktif tidak menghasilkan keuntungan apapun, maka aktiva produktif justru sebaliknya. Aktiva produktif adalah aset yang dapat menghasilkan keuntungan.

Aktiva produktif merupakan penyertaan dana bank dalam rupiah dan valuta asing dalam bentuk pinjaman, surat berharga, penempatan dana antar bank, penyertaan termasuk kewajiban kontinjensi dan kewajiban dalam transaksi rekening administratif. Aktiva produktif ini dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan dari dana yang disalurkan oleh bank. Jika aktiva produktif bisa dianggap investasi, maka aktiva non produktif adalah liabilitas yakni tanggungan atau pertanggung jawaban.

3. Cara menghindari aktiva non produktif

Aktiva Non Produktif: Pengertian dan Perbedaannya Unsplash.com/Ibrahim Rifath

Jika aktiva ini bukan memberikan pendapatan melainkan kerugian, lalu apakah aktiva non produktif masih berguna? Tentunya kamu harus menghindari kemungkinan aktiva non produktif. Maka agar bisa terhindar dari kemungkinan tersebut, sangat penting untuk memenuhi komponen-komponen aktiva produktif. Berikut ini adalah komponen-komponen yang ada pada aktiva produktif:

Kredit
Kredit merupakan tagihan atau penyediaan uang berdasarkan kesepakatan antara peminjam dan pemberi pinjaman. Kredit adalah hal yang tidak dapat terhindarkan saat seseorang menjalankan bisnis. Kesepakatan tersebut bisa terjadi antara bank dan pihak lain yang mewajibkan peminjam agar melunasi utangnya sesuai jangka waktu yang telah ditentukan beserta bunganya.

Surat Berharga
Surat berharga merupakan barang yang sangat penting untuk dijadikan jaminan dalam kredit. Adapun surat berharga yang bisa dijadikan jaminan adalah berupa surat utang, surat wesel, obligasi, sekuritas kredit dan surat berharga lainnya yang bisa diajukan untuk kredit.

Penempatan Dana
Penempatan dana yang dimaksud adalah penanaman dana bank pada bank lainnya. Penanaman dana bank tersebut bisa berupa giro, call money, deposito berjangka, sertifikat deposito, kredit bank dan penempatan lainnya.

Penyertaan Dana
Penyertaan dana yang dimaksudkan dalam hal ini adalah penanaman dana dalam bentuk saham pada perusahaan yang bergerak di bidang keuangan yang tidak melalui pasar modal. Bentuk penyertaan lainnya bisa berupa modal sementara terhadap perusahaan debitur yang ditujukan agar dapat mengatasi akibat dari kegagalan kredit.

Transaksi Rekening Administratif
Jika kamu ingin terhindari dari aktiva non produktif, maka sangat penting untuk memenuhi komponen aktiva produktif. Adapun hal yang perlu dipenuhi adalah adanya transaksi rekening administratif. Komponen ini adalah komitmen dan kontinjensi yang terdiri dari warkat penerbitan jaminan, akseptasi, irrevocable letter of credit (L/C) yang masih aktif, akseptasi wesel impor atas dasar L/C berjangka, penjualan surat berharga bersyarat repurchase agreement (repo), standby L/C dan garansi lainnya yang memiliki risiko kredit.

Baca Juga: Aktiva Lancar: Pengertian, Karakteristik dan Jenisnya

4. Tips terhindar dari aktiva non produktif

Aktiva Non Produktif: Pengertian dan Perbedaannya Unsplash.com/Micheile Henderson

Jika bisnis kamu ingin berjalan secara optimal, maka sangat penting untuk mempertimbangkan di mana dan bagaimana cara melakukan penanaman dana. Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari investasi bodong. Adapun ciri-ciri investasi bodong yang perlu kamu waspadai di antaranya.

Aset Tidak Jelas
Ketika berinvestasi atau mengajukan sebuah kredit, sangat penting untuk aset apa yang digunakan. Investasi yang bodong adalah investasi yang menawarkan aset yang tidak jelas, apakah itu saham, reksa dana, deposito atau lainnya. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan peminjam atau pemberi pinjaman yang tidak jelas.

Menawarkan Keuntungan Besar Secara Singkat
Investasi yang tidak wajar adalah investasi yang menawarkan keuntungan besar dan tidak masuk akal dalam waktu singkat. Berhati-hatilah pada jenis investasi ini. Hal demikian ini adalah salah satu ciri investasi yang tidak sehat atau berbahaya.

Aktiva non produktif bukanlah sebuah pilihan. Ini adalah suatu kondisi di mana kamu tidak mendapatkan keuntungan. Dengan kata lain, ini adalah aktiva di mana seseorang gagal melakukan aktiva produktif. Maka agar terhindar dari aktiva yang tidak menguntungkan, penuhi setiap komponen-komponennya dan hindari investasi yang tidak jelas atau bodong.

Baca Juga: Aktiva Jaminan: Pengertian dan Jenisnya

5. Kesimpulan

Demikian pembahasan mengenai aktiva non produktif. Semoga ulasan ini bermanfaat untuk setiap urusan kamu.

Baca Juga: Aktiva Berisiko: Pengertian dan Jenisnya

Topic:

  • Kiki Amalia
  • Stella Azasya
  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya