Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Laba Bersih SoftBank Naik Tiga Kali Lipat berkat Investasi OpenAI

Laba Bersih SoftBank Naik Tiga Kali Lipat berkat Investasi OpenAI
Softbank (commons.m.wikimedia.org/Tokumeigakarinoaoshima)
Intinya Sih
  • SoftBank mencatat laba bersih 1,83 triliun yen pada kuartal pertama 2026, naik tiga kali lipat berkat lonjakan nilai investasi di OpenAI melalui divisi Vision Fund.
  • Perusahaan menambah investasi di OpenAI hingga total 64,6 miliar dolar AS dengan menjual saham T-Mobile dan Nvidia serta menarik pinjaman besar untuk memperkuat modal.
  • Meskipun untung besar, SoftBank menghadapi risiko utang meningkat dan persaingan ketat di sektor AI, sementara tetap diversifikasi ke bisnis cip Intel dan robotika ABB.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - SoftBank Group mencatatkan laba bersih sebesar 1,83 triliun yen (Rp203,94 triliun) pada kuartal pertama tahun 2026. Laba ini naik tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menandai keberhasilan perusahaan investasi asal Jepang tersebut dalam mencetak laba selama lima kuartal berturut-turut.

Lonjakan pendapatan ini utamanya didorong oleh keuntungan investasi pada perusahaan pembuat ChatGPT, OpenAI. Divisi investasi mereka, Vision Fund, menjadi penyumbang terbesar dengan mencatatkan keuntungan 3,1 triliun yen (Rp345,48 triliun), yang hampir seluruhnya berasal dari kenaikan nilai saham OpenAI.

1. Rekor laba dari strategi kecerdasan buatan

ilustrasi Masayoshi Son, founder dan CEO SoftBank Group, 10 orang terkaya di Jepang 2024 (dok/latimes.com)
ilustrasi Masayoshi Son, founder dan CEO SoftBank Group, 10 orang terkaya di Jepang 2024 (dok/latimes.com)

Chief Financial Officer (CFO) SoftBank, Yoshimitsu Goto, mengatakan laba tahunan perusahaan yang menembus angka 5 triliun yen (Rp557,23 triliun) merupakan rekor tertinggi yang pernah dicapai oleh perusahaan Jepang. Capaian ini merupakan hasil dari strategi pendiri sekaligus CEO SoftBank, Masayoshi Son, yang menjadikan OpenAI sebagai pusat strategi kecerdasan buatan (AI) perusahaannya.

"Hal ini bagus untuk industri karena para pesaing terus memperbaiki model bisnis dan memberikan layanan baru kepada pengguna. Secara keseluruhan, persaingan ini meningkatkan nilai industri kita," kata Yoshimitsu Goto, dilansir Channel News Asia.

Kenaikan laba ini sejalan dengan nilai valuasi OpenAI yang tumbuh dari 157 miliar dolar AS (Rp2,78 kuadriliun) pada Oktober 2025 menjadi 852 miliar dolar AS (Rp15,09 kuadriliun) pada Maret 2026.

2. Jual aset saham untuk tambah modal invetasi

Ilustrasi OpenAI
Ilustrasi OpenAI (unsplash.com/Levart_Photographer)

SoftBank terus memperkuat kerja samanya dengan OpenAI melalui tambahan investasi sebesar 30 miliar dolar AS (Rp531,36 triliun) sepanjang tahun 2026. Tambahan ini membuat total investasi SoftBank di OpenAI mencapai 64,6 miliar dolar AS (Rp1,14 kuadriliun), yang memberikan mereka kepemilikan saham sekitar 13 persen.

Untuk mendanai langkah besar tersebut, SoftBank mencairkan sejumlah aset berharganya. Perusahaan menjual saham di T-Mobile senilai 16,2 miliar dolar AS (Rp286,93 triliun) dan melepas seluruh saham Nvidia yang dimilikinya senilai 5,8 miliar dolar AS (Rp102,72 triliun).

Selain menjual aset, SoftBank juga mencari dana melalui surat utang dan pinjaman senilai 40 miliar dolar AS (Rp708,48 triliun) dengan menjaminkan saham perusahaan cip Arm dan SoftBank Corp. Dari fasilitas pinjaman tersebut, perusahaan telah menarik dana sebesar 20 miliar dolar AS (Rp354,24 triliun), dan saat ini menyisakan utang berjalan sebesar 17,5 miliar dolar AS (Rp309,96 triliun) yang difokuskan untuk mendanai investasi di OpenAI.

3. Risiko beban utang dan persaingan pasar

ilustrasi laporan keuangan
ilustrasi laporan keuangan (pexels.com/Lukas Blazek)

Meski meraih keuntungan besar, besarnya modal yang dikeluarkan SoftBank memunculkan kekhawatiran terkait kemampuan bayar utang perusahaan. Pada Maret, lembaga pemeringkat S&P Global Ratings menurunkan prospek utang SoftBank menjadi negatif. Mereka menilai investasi dalam jumlah besar ini dapat memengaruhi ketersediaan uang tunai perusahaan. Selain itu, OpenAI juga mulai menghadapi persaingan ketat dari kompetitor lain seperti Gemini milik Alphabet dan Claude buatan Anthropic.

Beban keuangan SoftBank pada kuartal keempat tercatat naik menjadi 229,4 miliar yen (Rp25,55 triliun) dari 148,9 miliar yen (Rp16,58 triliun) pada periode yang sama tahun lalu.

Sebagai langkah penyeimbang di luar OpenAI, SoftBank turut mengembangkan bisnis di sektor lain. Perusahaan mencatat keuntungan sebesar 278,6 miliar yen (Rp31,03 triliun) dari investasinya di produsen cip Intel. SoftBank juga memperluas bisnis di bidang robotika dengan membeli aset perusahaan robot ABB senilai 5,4 miliar dolar AS (Rp95,63 triliun), serta membentuk anak perusahaan baru untuk mengelolanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More