Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tips Bisnis Jual iPhone: Tak Cuma Soal Stok, Layanan Jadi Pembeda

4 min read
Tips Bisnis Jual iPhone: Tak Cuma Soal Stok, Layanan Jadi Pembeda
ilustrasi jual Iphone (pexels.com/Avinash Kumar)
  • Persaingan penjualan iPhone di Indonesia bergeser dari sekadar ketersediaan stok ke kemampuan retailer memberi akses cepat dan sesuai kebutuhan, terutama saat pre-order perangkat terbaru.
  • Blibli dan hello menawarkan opsi seperti midnight delivery, sementara toko fisik melayani pembelian langsung; kepastian waktu serta informasi pengiriman menjadi bagian penting pengalaman konsumen.
  • Garansi, perlindungan tambahan, dan dukungan purnajual menjadi pembeda retailer resmi, khususnya bagi pembeli iPhone bernilai puluhan juta rupiah atau menggunakan skema cicilan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Setiap kali Apple memperkenalkan lini iPhone terbaru, perhatian konsumen biasanya langsung tertuju pada model, spesifikasi, warna, hingga harga perangkat. Namun, setelah Apple Event berakhir, persaingan di pasar Indonesia tidak hanya terjadi pada produk yang dijual.

Konsumen kini memiliki sejumlah pilihan retailer resmi untuk mendapatkan iPhone, mulai dari iBox, Digimap, Hello Store, hingga Blibli. Dengan produk dan spesifikasi yang relatif sama, layanan serta nilai tambah menjadi salah satu faktor yang dapat membedakan pengalaman belanja.

Berikut sejumlah hal yang menunjukkan bagaimana persaingan penjualan iPhone ikut bergeser dari sekadar menyediakan stok.

  1. 1. Konsumen tak hanya mencari stok iPhone

    ilustrasi jual iPhone (pexels.com/cottonbro studio)
    ilustrasi jual iPhone (pexels.com/cottonbro studio)

    Tingginya antusiasme terhadap iPhone terbaru membuat momentum pre-order menjadi salah satu periode penting bagi retailer. Bagi konsumen yang ingin menjadi early owner, waktu menjadi bagian dari pengalaman pembelian.

    Fenomena ini bahkan disebut sebagai bagian dari ritual tersendiri bagi para penggemar Apple, mulai dari menyaksikan Apple Event, menentukan model dan warna yang diinginkan, membandingkan spesifikasi, hingga menunggu pre-order dibuka.

    Analis utama di TECHnalysis Research, Bob O’Donnell, melihat tingginya permintaan terhadap perangkat terbaru Apple. “Perangkat ini akan menjadi sesuatu yang sangat diincar. Untuk sementara, ini akan menjadi simbol status, karena saya rasa akan sulit mendapatkannya,” kata Bob O’Donnell, seperti dikutip Reuters.

    Kondisi tersebut membuat kemampuan retailer dalam menghadirkan perangkat kepada konsumen secara cepat turut menjadi bagian dari persaingan. Pertanyaannya bukan lagi semata-mata siapa yang memiliki stok, tetapi siapa yang mampu memberikan akses paling sesuai dengan kebutuhan konsumen.

  2. 2. Pengiriman cepat jadi bagian dari pengalaman belanja

    ilustrasi pengiriman paket bisnis online (freepik.com/jcomp)
    ilustrasi pengiriman paket bisnis online (freepik.com/jcomp)

    Persaingan layanan terlihat dari pilihan cara konsumen mendapatkan perangkat. Blibli dan hello, misalnya, menawarkan pendekatan berbeda, termasuk layanan midnight delivery bagi konsumen yang ingin memperoleh perangkat lebih cepat.

    Konsep tersebut memungkinkan konsumen melakukan pemesanan dari rumah dan menunggu perangkat dikirim ketika periode ketersediaan dimulai. Sementara itu, konsumen yang lebih memilih pengalaman berbelanja secara langsung dapat memanfaatkan jaringan toko fisik.

    Pengalaman konsumen juga menjadi pertimbangan ketika layanan pengiriman benar-benar mampu memenuhi ekspektasi. Richard Gunawan, gadget enthusiast di Jakarta Pusat, menceritakan pengalamannya menggunakan layanan Midnight Delivery.

    “Waktu PO gadget di Blibli, saya dapat opsi Midnight Delivery. Karena ada pilihan untuk mendapatkan barang lebih cepat, saya pikir, why not saya coba. Ternyata pengirimannya benar-benar dilakukan sekitar jam 12 malam. Sebelum barang dikirim, saya juga dapat konfirmasi terlebih dahulu. Malah, pas nunggu, saya sempat ketiduran. Saya nggak nyangka, barangnya ternyata sampai kira-kira jam 12 malam lewat sedikit, sesuai estimasi. Jadi menurut saya, pengirimannya cepat dan sesuai dengan yang saya harapkan.”

    Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam penjualan produk premium, kecepatan pengiriman tidak berdiri sendiri. Kepastian waktu dan informasi selama proses pengiriman juga dapat menjadi bagian dari pengalaman yang dinilai konsumen.

  3. 3. Layanan setelah pembelian ikut jadi pembeda

    ilustrasi rekomendasi iPhone layak beli (Unsplash.com/Daniel Romero)
    ilustrasi rekomendasi iPhone layak beli (Unsplash.com/Daniel Romero)

    Persaingan antarretailer juga tidak berhenti ketika perangkat sampai di tangan konsumen. Untuk smartphone dengan harga puluhan juta rupiah, garansi, layanan purnajual, serta perlindungan tambahan menjadi aspek yang perlu dipertimbangkan.

    Pertimbangan tersebut semakin relevan bagi konsumen yang membeli perangkat menggunakan skema cicilan. Ketika perangkat mengalami kerusakan, kewajiban pembayaran tetap berjalan, sementara konsumen berpotensi menghadapi biaya tambahan untuk perbaikan.

    Karena itu, nilai tambah setelah transaksi dapat menjadi salah satu pembeda di tengah produk yang relatif sama. Blibli, misalnya, menawarkan perlindungan hingga dua tahun untuk pembelian iPhone sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, hello menyediakan layanan dan dukungan melalui jaringan toko fisiknya.

    Di sisi lain, iBox dan Digimap tetap menjadi bagian dari ekosistem retailer resmi Apple di Indonesia. Dengan semakin banyaknya pilihan, konsumen memiliki ruang lebih besar untuk membandingkan bukan hanya produk, tetapi juga kemudahan akses, kecepatan mendapatkan perangkat, serta layanan setelah pembelian.

    Pada akhirnya, persaingan penjualan iPhone di Indonesia tidak lagi hanya berkutat pada siapa yang memiliki stok. Bagi konsumen, pengalaman sejak pre-order hingga layanan setelah transaksi selesai menjadi bagian dari pertimbangan dalam memilih tempat membeli perangkat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More