Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pegadaian Catat Transaksi Gadai Naik Pasca-Lebaran di Bima
Ilustrasi transaksi di Pegadaian. (Dok. Pegadaian)
  • Pegadaian Cabang Bima mencatat lonjakan transaksi gadai pasca-Lebaran, terutama di UPC Ambalawi, dengan pertumbuhan mencapai lebih dari 21% karena meningkatnya kebutuhan likuiditas masyarakat.
  • Program Gadai Bebas Bunga hingga akhir April 2026 menjadi daya tarik utama, menawarkan pinjaman cepat tanpa biaya sewa modal untuk membantu masyarakat menjaga stabilitas keuangan.
  • Peningkatan aktivitas gadai menunjukkan masyarakat makin paham fungsi gadai sebagai solusi keuangan bijak dan bagian dari strategi pengelolaan aset yang berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Pegadaian Cabang Bima mencatat peningkatan signifikan transaksi gadai pasca-Idulfitri 1447 H, terutama pada produk gadai emas perhiasan di wilayah Kota dan Kabupaten Bima.
  • Who?
    Peningkatan disampaikan oleh Deputy Bisnis Area Pegadaian Bima dan Sumbawa, Mustofa, serta Pemimpin Wilayah Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto.
  • Where?
    Kenaikan transaksi terjadi di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima, dengan pertumbuhan tertinggi di Pegadaian Unit Pelayanan Cabang (UPC) Ambalawi.
  • When?
    Peningkatan tercatat setelah Idulfitri 1447 H hingga akhir April 2026 berdasarkan data internal PT Pegadaian Cabang Bima.
  • Why?
    Masyarakat membutuhkan likuiditas untuk memenuhi kebutuhan pasca-Lebaran seperti biaya pendidikan, modal usaha, dan rumah tangga tanpa harus menjual aset emasnya.
  • How?
    Pegadaian menyediakan layanan gadai cepat dan aman serta program Gadai Bebas Bunga hingga akhir April 2026 yang menawarkan pinjaman dengan biaya sewa modal 0%.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bima, IDN Times - Periode pasca-Idulfitri 1447 H menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam mengelola kembali kondisi keuangan setelah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran. PT Pegadaian Cabang Bima mencatat adanya lonjakan signifikan pada transaksi gadai di berbagai wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima, khususnya di wilayah PT Pegadaian UPC Ambalawi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin cerdas memanfaatkan aset yang dimiliki, khususnya emas, sebagai sumber likuiditas jangka pendek tanpa harus menjualnya. Tren ini menjadi indikasi meningkatnya literasi keuangan serta perubahan perilaku dalam pengelolaan keuangan pasca-Lebaran.

1. Peningkatan transaksi gadai cukup signifikan dibanding sebelum Lebaran

Transaksi di Pegadaian. (Dok. Pegadaian)

Berdasarkan data internal Pegadaian hingga akhir April 2026, terjadi peningkatan transaksi gadai yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelum Lebaran. Mayoritas transaksi didominasi oleh gadai emas perhiasan, yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pasca hari raya seperti biaya pendidikan, modal usaha, hingga kebutuhan rumah tangga.

Peningkatan ini mencerminkan emas tidak hanya dipandang sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai aset likuid yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel saat dibutuhkan.

“Pasca-Lebaran, kebutuhan likuiditas masyarakat cenderung meningkat. Namun yang menarik, masyarakat kini lebih memilih menggadaikan emas dibandingkan menjualnya terutama di Pegadaian UPC Ambalawi. Ini menunjukkan kesadaran bahwa emas tetap dipertahankan sebagai aset jangka panjang,” ujar Deputy Bisnis Area Pegadaian Bima dan Pegadaian Sumbawa, Mustofa.

“Pegadaian UPC Ambalawi mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 21,65% persensecara Year to Date. Sedangkan secara Area, Pegadaian Bima dan Pulau Sumbawa sendiri tumbuh sebesar 23,68 persen”, tambah Mustofa.

2. Solusi berbagai produk gadai dari Pegadaian

ilustrasi layanan Pegadaian (dok. Pegadaian)

Pegadaian menghadirkan solusi melalui berbagai produk gadai yang cepat, aman, dan transparan. Proses yang mudah serta pencairan dana yang cepat menjadi alasan utama masyarakat memilih layanan gadai Pegadaian sebagai solusi keuangan.

Selain itu, program Gadai Bebas Bunga yang diperpanjang hingga akhir April 2026 turut menjadi daya tarik tersendiri. Melalui program ini, nasabah dapat memperoleh pinjaman dengan biaya sewa modal 0%, sehingga beban finansial menjadi lebih ringan di tengah fase pemulihan keuangan pasca-Lebaran.

“Program ini kami hadirkan untuk membantu masyarakat menjaga stabilitas keuangan tanpa harus kehilangan aset berharganya. Emas tetap aman, kebutuhan tetap terpenuhi,” tambah Mustofa.

3. Masyarakat semakin memahami fungsi gadai

Pegadaian hadirkan promo Gajian Emas melalui aplikasi Pegadaian Digital. Berbagai promo yang bisa dimanfaatkan oleh nasabah ini, berlangsung mulai tanggal 25 April hingga tanggal 5 Mei 2025. (Dok. Pegadaian)

Tren peningkatan transaksi gadai juga terlihat jelas. Pemimpin Wilayah Kanwil VII Denpasar Edy Purwanto, menyampaikan bahwa aktivitas gadai di wilayah NTB terutama Kota/Kabupaten Bima mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan setelah Lebaran.

“Kami melihat adanya peningkatan transaksi gadai yang cukup tinggi pasca-Lebaran, terutama di Pegadaian Cabang Bima dan unit-unit layanan seperti Pegadaian UPC Ambalawi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami fungsi gadai sebagai solusi keuangan yang bijak dan terencana,” ungkap Edy.

Dengan tren positif ini, PT Pegadaian optimistis bahwa pemanfaatan gadai sebagai instrumen keuangan akan semakin berkembang, tidak hanya sebagai solusi darurat, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Editorial Team