ilustrasi anak muda (IDN Times/Aditya Pratama)
Anthony menilai banyak anak muda Indonesia memiliki ide bisnis yang inovatif dan potensial, namun gagal berkembang karena terhambat sistem pembiayaan konvensional, yang dinilai belum ramah terhadap pengusaha pemula.
“Yang kita perjuangkan bukan sekadar bunga yang murah, melainkan jaminan akses pembiayaan yang nyata bagi lahirnya pengusaha-pengusaha muda baru,” tegasnya.
Dalam konsep yang ditawarkan, kata Anthony, Youth Development Bank akan menerapkan tingkat suku bunga kompetitif sekitar 2 hingga 3 persen di atas BI Rate, agar tetap sehat secara bisnis namun tetap terjangkau bagi pengusaha muda.
Anthony menekankan, proses kurasi akan menjadi bagian penting agar pembiayaan benar-benar diberikan kepada bisnis yang memiliki prospek dan dampak ekonomi nyata. Kurasi tersebut melibatkan pemerintah serta asosiasi pengusaha untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan usaha yang dibiayai.
Anthony juga menyoroti ketimpangan akses modal antara pengusaha di kota besar dan daerah. Menurutnya, banyak pengusaha muda di daerah memiliki potensi besar, namun kesulitan berkembang karena minim dukungan pembiayaan.