Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Berburu Promo Sembako Tanpa Terjebak Impulsive Buying

5 Tips Berburu Promo Sembako Tanpa Terjebak Impulsive Buying
ilustrasi toko sembako (pexels.com/Tom Fisk)
Intinya Sih
  • Artikel membahas strategi agar tidak terjebak impulsive buying saat berburu promo sembako, seperti membuat daftar belanja dan menentukan batas anggaran sebelum berbelanja.
  • Ditekankan pentingnya membandingkan harga satuan, menghindari produk bundling yang tidak dibutuhkan, serta memanfaatkan katalog promo antar toko untuk mendapatkan harga terbaik.
  • Kondisi emosional seperti lapar atau stres dapat memicu belanja berlebihan, sehingga disarankan berbelanja dalam keadaan tenang agar keputusan tetap rasional dan pengeluaran terkendali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Berburu promo sembako memang jadi cara paling praktis buat menghemat pengeluaran bulanan. Apalagi sekarang banyak supermarket dan minimarket yang rutin menawarkan diskon menarik hampir setiap minggu. Namun, tidak sedikit orang justru jadi lebih boros karena kalap melihat banyak promo.

Fenomena impulsive buying sering terjadi saat seseorang membeli barang di luar kebutuhan hanya karena tergoda harga murah. Akibatnya, anggaran belanja malah membengkak dan beberapa barang akhirnya tidak terpakai. Supaya hal ini tidak terjadi, kamu perlu strategi yang tepat saat berburu promo sembako.

1. Buat daftar belanja dan patuhi anggarannya

ilustrasi daftar belanja
ilustrasi daftar belanja (pexels.com/cottonbro studio)

Sebelum pergi ke supermarket atau membuka aplikasi belanja online, pastikan kamu sudah membuat daftar kebutuhan terlebih dahulu. Cara ini membantu kamu fokus membeli barang yang memang diperlukan di rumah. Dengan begitu, risiko membeli barang tambahan karena tergoda promo bisa berkurang.

Selain daftar belanja, tentukan juga batas anggaran yang jelas. Misalnya, kamu hanya menyiapkan Rp300 ribu untuk kebutuhan mingguan. Saat nominal belanja mulai mendekati batas tersebut, kamu jadi lebih berhati-hati saat memasukkan barang ke keranjang. Banyak orang gagal mengontrol pengeluaran karena merasa promo adalah kesempatan langka. Padahal, diskon akan terus ada setiap minggu atau bulan. Jadi, tidak semua barang promo harus dibeli saat itu juga.

2. Bandingkan harga satuan, bukan harga total

Warung makan dengan menu harga lengkap
Warung makan dengan menu harga lengkap (pexels.com/Rachel Claire)

Salah satu trik yang sering dipakai toko adalah membuat harga terlihat lebih murah dalam ukuran besar. Padahal, kalau dihitung per gram atau per liter, belum tentu lebih hemat. Karena itu, kamu perlu membandingkan harga satuan sebelum membeli produk. Sebagai contoh, minyak goreng kemasan dua liter belum tentu lebih murah dibanding dua kemasan satu liter yang sedang diskon.

Hal seperti ini sering luput karena pembeli hanya fokus pada label promo besar di rak. Biasakan melihat informasi harga kecil yang biasanya tertulis di bawah produk. Dengan cara ini, kamu bisa mengetahui mana produk yang benar-benar memberikan nilai lebih hemat. Kebiasaan sederhana ini sangat membantu menghindari belanja berlebihan.

3. Jauhi jebakan produk bundling

Ilustrasi belanja di supermarket (pexels.com/Hobi industri)
Ilustrasi belanja di supermarket (pexels.com/Hobi industri)

Promo bundling memang terlihat menguntungkan karena menawarkan harga lebih murah untuk beberapa produk sekaligus. Namun, tidak semua paket promo sesuai kebutuhan kamu. Kadang ada barang tambahan yang sebenarnya tidak dibutuhkan sama sekali.

Contohnya, beli dua saus gratis satu mayones terdengar menarik. Tetapi kalau kamu jarang memakai mayones, produk tersebut hanya akan menumpuk di dapur hingga kedaluwarsa. Ujung-ujungnya, uang yang keluar justru jadi sia-sia.

Sebelum membeli paket bundling, tanyakan pada diri sendiri apakah semua produk akan dipakai. Kalau jawabannya tidak, lebih baik beli produk utama saja. Fokus utama saat belanja adalah kebutuhan, bukan sekadar mengejar bonus.

4. Bandingkan katalog promo antar toko

Ilustrasi belanja di supermarket (pexels.com/Wheeleo Walker)
Ilustrasi belanja di supermarket (pexels.com/Wheeleo Walker)

Saat ini hampir semua supermarket dan minimarket punya katalog promo mingguan. Kamu bisa memanfaatkan informasi tersebut untuk mencari harga terbaik sebelum berbelanja. Cara ini jauh lebih efektif dibanding langsung datang ke toko tanpa perencanaan. Coba bandingkan harga kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula, atau minyak goreng di beberapa tempat.

Kadang selisih harganya memang kecil, tetapi kalau dilakukan rutin, penghematannya bisa terasa besar dalam jangka panjang. Selain itu, beberapa aplikasi belanja juga menyediakan promo tambahan seperti cashback atau voucher gratis ongkir. Namun, tetap gunakan dengan bijak dan jangan sampai membuat kamu membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

5. Hindari belanja saat lapar atau stres

Ilustrasi belanja di supermarket (pexels.com/Ninthgrid)
Ilustrasi belanja di supermarket (pexels.com/Ninthgrid)

Banyak penelitian menunjukkan bahwa kondisi emosional sangat memengaruhi keputusan belanja seseorang. Saat lapar, kamu cenderung membeli lebih banyak makanan atau camilan tanpa berpikir panjang. Hal yang sama juga terjadi ketika sedang stres atau suasana hati buruk.

Belanja sering dijadikan pelarian untuk memperbaiki mood. Akibatnya, kamu lebih mudah tergoda membeli barang promo yang sebenarnya tidak penting. Ini menjadi salah satu penyebab utama terjadinya impulsive buying.

Sebelum pergi belanja, pastikan kamu sudah makan dan berada dalam kondisi pikiran yang tenang. Dengan begitu, keputusan belanja jadi lebih rasional dan sesuai kebutuhan. Cara sederhana ini cukup efektif untuk menjaga pengeluaran tetap terkendali.

Berburu promo sembako memang bisa membantu menghemat pengeluaran rumah tangga jika dilakukan dengan bijak. Namun tanpa kontrol yang baik, promo justru dapat memicu impulsive buying dan membuat anggaran jadi berantakan. Dengan membuat daftar belanja, membandingkan harga, hingga menghindari belanja saat lapar, kamu bisa mendapatkan promo terbaik tanpa harus boros.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More