Rupiah Bangkit Pagi Ini, Sinyal Damai AS-Iran Bikin Investor Pede

- Rupiah menguat 58 poin atau 0,32 persen menjadi Rp17.969 per dolar AS pada perdagangan Rabu pagi.
- Data JOLTS AS yang lebih lemah dan harapan pembukaan Selat Hormuz disebut menjadi sentimen positif bagi rupiah.
- Lukman Leong memperkirakan penguatan terbatas menjelang pengumuman data PDB Indonesia kuartal II-2026.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan Rabu (5/8/2026) pagi.
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda terpantau melonjak 58 poin atau 0,32 persen ke level Rp17.969 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp17.997.
1. Data tenaga kerja AS melemah dan sinyal damai Selat Hormuz
Pengamat pasar uang Lukman Leong menyatakan rupiah menguat terhadap dolar AS didorong oleh posisi mata uang dolar AS yang sedang tertekan setelah rilis data JOLTS, yakni laporan jumlah lowongan kerja di AS mencatatkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan pasar.
Selain itu, dia menyebutkan sentimen positif juga datang dari optimisme bakal dibukanya kembali Selat Hormuz, menyusul munculnya laporan pihak AS dan Iran telah hampir mencapai kesepakatan damai.
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh data JOLTS AS yang lebih lemah dari perkiraan dan optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan," kata dia.
2. Penguatan rupiah diprediksi terbatas menjelang rilis data PDB
Kendati berpeluang melanjutkan tren positif, Lukman menilai potensi penguatan rupiah diperkirakan akan berlangsung terbatas. Dia menjelaskan para pelaku pasar saat ini masih bersikap hati-hati menjelang rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
PDB adalah indikator utama yang mengukur total nilai produksi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data PDB untuk kuartal II-2026 pada siang ini.
"Penguatan diperkirakan terbatas menjelang rilis data PDB Indonesia kuartal 2 siang ini," ujar Lukman.
3. Proyeksi pergerakan kurs rupiah hari ini
Mengenai perkiraan nilai tukar sepanjang perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah akan berada pada rentang harian di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan Selasa (4/8/2026), mata uang rupiah melemah 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp18.027 per dolar AS. Angka tersebut merosot dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.









![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)











