Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Tips Hemat Bagi-bagi Angapo saat Lebaran agar Tidak Tekor
IDN Times/Holy Kartika
  • Cara berbagi angpao saat Lebaran tanpa boros, dengan menekankan pentingnya pengelolaan anggaran agar tetap bisa berbagi meski dana terbatas.

  • Dianjurkan memilih amplop menarik untuk anak-anak, serta membedakan nominal antara tetangga dan saudara sesuai kedekatan dan kemampuan finansial.

  • Disarankan memberi perhatian lebih kepada kerabat atau pekerja sekitar yang membutuhkan, bahkan bisa patungan bersama keluarga atau teman untuk membantu mereka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kalau kamu sudah bekerja dan menerima gaji, apalagi tunjangan hari raya (THR) tentu ada hukum tidak tertulis kalau kamu harus memberikan angpao atau sejumlah uang saat lebaran, khususnya ke ponakan atau kerabat kamu yang masih kecil. Belum lagi anak tetangga atau saudara-saudara yang lain.

IDN Times akan memberikan kamu sejumlah tips biar kamu bisa berhemat dan tetap berbagi angpao saat lebaran.

1. Beli amplop yang menarik

TOKOPEDIA

Biasanya anak kecil jauh lebih tertarik kepada desain atau motif dari amplop daripada nilai uang yang kamu berikan. Terlebih jika mereka belum mengerti uang.

Kamu bisa membelikan amplop bergambar kartun yang sedang populer dan bisa digunakan untuk anak perempuan atau laki-laki.

2. Bedakan memberi antara tetangga dan saudara

Pexels/mentatdgt

Perlu kamu perhatikan untuk tidak memberi uang kepada tetangga lebih banyak dari saudara atau keluarga kamu yang masih kecil. Kecuali kamu punya hubungan khusus atau tetangga kamu sering membantu kamu.

Nominal untuk tetangga bisa kamu anggarkan sekitar Rp5.000 atau Rp6.000 dalam bentuk lembar Rp2.000. Ingat, tidak semua tetangga atau anak tetangga harus kamu kasih, cukup yang kamu kenal atau berada dekat dari rumah kamu saja.

Untuk saudara, jumlahnya bisa dari Rp10.000 hingga Rp20.000. Kamu bisa berikan saat kumpul keluarga besar.

3. Berikan angpao khusus untuk saudara yang membutuhkan

IDN Times/Bela Ikhsan As'at

Tidak semua saudara atau kerabat kamu seberuntung kamu dan memiliki kehidupan yang di atas cukup.

Beri mereka perhatian lebih dengan memberikan angpao dengan uang yang lebih, misal Rp50.000 atau Rp100.000.

4. Ingat mereka yang lebih membutuhkan dan telah membantu kamu

IDN Times/Vanny El Rahman

Terakhir, kamu bisa juga menyisihkan angpao untuk diberikan kepada orang-orang yang membantu kamu. Misalnya satpam penjaga komplek atau teman-teman yang siskamling saat malam. Kamu bisa juga memberikan ke petugas kebersihan yang mengangkut sampah tiap hari dan menyapu lingkungan kamu.

Nominalnya beragam, bisa dari Rp100.000 hingga Rp200.000. Agar lebih memudahkan, kamu bisa patungan atau urunan dengan teman-teman atau keluarga kamu untuk membantu mereka.

FAQ seputar Tips Hemat Bagi-bagi Angapo saat Lebaran Agar Tidak Tekor

Mengapa memberi angpao saat Lebaran menjadi tradisi?

Memberi angpao menjadi cara sederhana untuk berbagi kebahagiaan saat hari raya. Tradisi ini biasanya dilakukan kepada anak-anak atau kerabat yang lebih muda sebagai bentuk perhatian dan silaturahmi.

Bagaimana cara menentukan nominal angpao saat Lebaran?

Nominal angpao bisa disesuaikan dengan hubungan dan kemampuan finansial. Misalnya untuk tetangga bisa lebih kecil, sementara untuk keluarga atau saudara bisa sedikit lebih besar.

Apakah perlu memberi angpao kepada semua anak saat Lebaran?

Tidak harus. Kamu bisa memberikan angpao kepada anak-anak yang dikenal dekat atau memiliki hubungan keluarga, sehingga pengeluaran tetap terkontrol.

Mengapa amplop angpao yang menarik bisa penting bagi anak-anak?

Anak-anak sering lebih tertarik pada desain amplop yang lucu atau berwarna daripada jumlah uang di dalamnya, sehingga amplop menarik bisa membuat mereka lebih senang.

Siapa saja yang bisa diberikan angpao selain anak-anak?

Selain anak-anak, angpao juga bisa diberikan kepada orang yang berjasa atau membantu dalam kehidupan sehari-hari, seperti petugas keamanan atau petugas kebersihan di lingkungan sekitar.

Editorial Team