Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada 21 Oktober 2026 setelah sejumlah perusahaan teknologi melaporkan kinerja yang melampaui ekspektasi. Namun, sentimen positif tersebut belum mampu mendorong bursa Asia ikut menguat pada perdagangan 22 Oktober 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa optimisme terhadap kinerja perusahaan teknologi belum cukup untuk meredakan kekhawatiran investor global.
Indeks saham Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,2 persen dan berpotensi mencatat penurunan selama empat pekan berturut-turut. Investor masih mencermati risiko dari besarnya belanja kecerdasan buatan (AI), ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dan arah kebijakan suku bunga AS. Kombinasi faktor tersebut membuat pasar saham Asia masih tertekan meski Wall Street berhasil mencatatkan penguatan.
