Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Abadi, Membara, dan Terluka
ilustrasi putus cinta (unsplash.com/Assad Tanoli)

Di bawah selimut yang retak
Kau janjikan aku surga dan gemintangnya
Kau harap dipeluk bidadari tanpa cela
Tapi aku hanya manusia biasa
Bersama cacat dan noda

Aku mencintaimu
Seperti neraka mencintai api
Abadi, membara, dan terluka
Dalam gelap kau kubur aku bersama
Hingga terang tak pernah memihakku

Jika itu dosa
Kita akan tenggelam berdua
Kau sebut ini hadiah surga
Kusebut luka, dusta,
dan air mata

Akhir karam yang kau rajut
Malam-malam mengunyah warasku
Janji-janji semanis madu kau bisikan
Berujung sepahit pengkhianatan
Semoga kita tak pernah bersua

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎