[PUISI] Anak Pertama

Anak pertama
Waktu kecil aku bahagia
Terlahir sebagai anak pertama
Anak yang namanya
Jadi panggilan orangtua
Tetapi
Setelah hari berganti hari
Bulan berganti
Bahkan tahun telah terlewati
Seketika aku tersadar
Betapa beratnya beban di pundak ku
Di saat keluarga meminta saranku
Saat adik meminta pendapatku untuk masa depannya
Sungguh, ini sangat berat
Dibandingkan mengangkat besi, beban ini tetap tidak kalah
Hingga terkadang aku iri
Pada mereka yang terlahir lebih akhir
Mereka hanya memikirkan diri dan orangtuanya
Tidak dengan kakaknya
Mereka tidak pernah berjalan di depan
Sebagai pembuka jalan bagi yang lain
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.