[PUISI] Anatomi Kekacauan yang Bernama Saudara

Ia adalah peta yang dilipat sembarang
Namun selalu tahu jalan pulang
Berbelok, tersesat, lalu tertawa
Seolah hidup bukan lomba tiba duluan
Kerandomannya sering mengacaukan rencana
Namun jarang mengacaukan niat baik
Ia datang tak tepat waktu
Tapi selalu tepat saat dibutuhkan
Kami berbeda seperti hujan dan debu
Namun bertemu di satu halaman yang sama
Tentang tumbuh dari rumah yang serupa
Meski arah langkah sering tak sejalan
Jika dunia terasa terlalu serius
Aku mencari namanya di antara tawa
Karena saudara adalah bukti
Bahwa yang berisik justru paling mengerti diamku
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















