Adakah yang berani?
Adakah yang mampu menyelamiku?
Menyelami lembah sedihku
Mengarungi badai kecewaku
Bahkan sampai menembus gelapku

Sepertinya tidak ada
Karena aku sendiri juga tidak bisa
Hujan itu terlalu lebat
Aku bingung berteduh di mana
Aku tidak tahu jalan
Karena mataku penuh kemilau air mata

Aku perlu ruang
Aku perlu tempat pulang
Tapi di mana?
Tuhan? Sebenarnya ada apa di depan sana?
Mengapa aku ditempa sedemikian rupa?

Bolehkah Tuhan?
Aku meminta satu orang saja
Yang mampu memahamiku
Yang selalu bersinar untuk mengusir mendungku

Jawabannya satu, tidak bisa
Karena Engkau juga mencipta sedih di setiap orang.
Tuhan, aku sudah terlanjur hanyut
Bahkan dadaku sudah sesak menahan airnya
Tuhan, tolong aku