Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Bisulah Sejenak

Default Image IDN
Default Image IDN

Pekat malam melarutkan rasa
Termenung menatap asa nan mengangkasa
Dalam diam ada yang membuncah tiada tara
Hanyut seorang insan dalam rindu
Sepenggal doa di balik beludru

Tiada kata memukul rata
Tiada temu di persimpangan senja
Tiada kita menjamu cinta
Hanya ada secangkir pahit mengaduk rasa
Hanya ada secawan garam menabur kelam

Diamlah, sayang
Malam ini cukup kau dengarkan
Biarkan angin sampaikan salam
Biarkan perih membumbu rintih

Kita cukuplah saling diam
Kau meramu luka
Dan aku menengadah air mata

Jakarta, 19 September 2018

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lily Rosella
EditorLily Rosella
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[CERPEN] 737 Hari

08 Feb 2026, 08:10 WIBFiction
ilustrasi hujan

[PUISI] Memohon Hujan

08 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi berjalan di hutan

[PUISI] Jeritan Rimba

08 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi surat cinta

[PUISI] Kutub Kutub Magnet

07 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi hutan bambu

[PUISI] Rumah tak Bersisa

07 Feb 2026, 07:07 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih karena ditinggal kekasih

[PUISI] Belenggu Rindu

06 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi menggosip

[CERPEN] Penggosip

05 Feb 2026, 15:17 WIBFiction