[PUISI] Bulan Sabit

Aku terlahir sebagai bulan sabit
Kehilangan separuh bagian,
namun masih setia menyala di langit yang sama
Meski malam kerap bertanya,
mengapa aku tak sempurna?
Aku belajar menerima
Utuh, tak selalu sempurna
Bahwa kurang bukan selalu cela
Dan Tuhan, tak menciptakan sia-sia
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















