Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Catatan dari Hati yang Lelah
Siluet seseorang terpantul melalui jendela yang retak (pexels.com/Gizem Özkan)

Aku menulis ini dengan perlahan
di sela napas yang tak lagi utuh,
di antara diam yang tak memiliki ujung
dan harap yang tak juga pulang.

Aku pernah berdiri terlalu lama sendiri
menunggu sesuatu yang tak pernah benar-benar datang,
hingga kakiku lupa
cara melangkah tanpa ragu.

Ada banyak hal yang kutelan sendiri,
kata-kata yang tak sempat kuucap,
dan perasaan yang akhirnya memilih diam dan bersembunyi
karena lelah untuk dijelaskan.

Jika suatu hari kau menemukan aku berbeda,
mungkin bukan karena aku berubah,
tapi karena aku sudah merasa cukup dan selesai
menunggu hal yang tak pernah ingin menetap.

Kini aku hanya sebuah catatan
dari hati yang terlalu sering lelah,
namun tetap berusaha belajar
untuk tidak benar-benar runtuh dan menyerah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team