Aku menulis ini dengan perlahan
di sela napas yang tak lagi utuh,
di antara diam yang tak memiliki ujung
dan harap yang tak juga pulang.
Aku pernah berdiri terlalu lama sendiri
menunggu sesuatu yang tak pernah benar-benar datang,
hingga kakiku lupa
cara melangkah tanpa ragu.
Ada banyak hal yang kutelan sendiri,
kata-kata yang tak sempat kuucap,
dan perasaan yang akhirnya memilih diam dan bersembunyi
karena lelah untuk dijelaskan.
Jika suatu hari kau menemukan aku berbeda,
mungkin bukan karena aku berubah,
tapi karena aku sudah merasa cukup dan selesai
menunggu hal yang tak pernah ingin menetap.
Kini aku hanya sebuah catatan
dari hati yang terlalu sering lelah,
namun tetap berusaha belajar
untuk tidak benar-benar runtuh dan menyerah.
![[PUISI] Catatan dari Hati yang Lelah](https://image.idntimes.com/post/20260513/pexels-gizem-ozkan-332280659-14122412_f5a70001-2eb4-4900-aea1-985e3a84db8d.jpg)