Kau adalah api paling tenang
Yang pernah singgah dihidupku
Tidak menyala dengan gaduh
Namun habis membakar waktuku
Sejak mengenal tatap matamu
Aku kehilangan banyak hal
Termasuk diriku sendiri
Yang diam-diam runtuh karena rindu ingin bertemu
Bahkan hujan tak mampu
Memadamkan debaran di dada
Beberapa cinta memang baka
Tercipta untuk terukir selamanya
Dan aku hanya manusia biasa
Yang terlalu lemah untuk lupa
Setiap malam kau masih terbawa ke alam mimpi
Dan hatiku mati berkali-kali karena ulahmu
![[PUISI] Debaran di Dalam Dada](https://image.idntimes.com/post/20260725/vickygharat-moonlight-5336339_1920_64690a0a-140d-4c4b-beee-b629e4b72216.jpg)