Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Dengarlah Pendosa Ini

[PUISI] Dengarlah Pendosa Ini
ilustrasi laki-laki sedih (unsplash.com/Bernard)

Aku tahu
Bahkan beratus ribu hari ditangguhkan untukku
Tak 'kan tertebus seluruh dosa-dosaku

Bahkan saat kubuka mata di awal hari
Pun di kala kuhirup udara pagi
Aku sadar
Memang mengalir darah pendosa di raga ini

Namun, entah mengapa
Tatkala kaulontar duri lewat perantara kata
Sehingga tergores batin, penuh luka
Badanku tak larat menahan air mata

Kaulah yang kucinta, kaulah yang kusayang
Aku hanya mengingatkan, bukan menjatuhkan

Namun, tiada guna meratap dalam gundah
Terserah pesanku kauanggap angin lalu semata
Buat apa juga kau mendengarkan ucapan si pendosa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Waktu yang Belajar Mengerti

02 Apr 2026, 15:47 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction