Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Dialog dengan Rasa Sakit

[PUISI] Dialog dengan Rasa Sakit
Bayangan seseorang yang mengangkat tangannya (pexels.com/Ayşenur Özgören)

Rasa sakit apakah ini, Tuan?
Mengapa begitu sulit kusembuhkan,
hingga tiap tikamannya tertanam dalam,
membuatku sungguh tersiksa karenanya.

Ke mana aku harus mengobatinya?
Penawar seperti apa yang mampu menyembuhkannya?

Penderitaan macam apa yang kau torehkan
hingga rasanya mencekik napasku,
dadaku begitu sesak,
bahkan udara pun terasa enggan masuk.

Dalam setiap helaan napas
kusimpan sejumput harap:
semoga sakit ini segera reda.
Meskipun pikiranku berkata sebaliknya,
ia terus bertanya,
“sampai kapan sakit ini mendera?”

Dan aku memilih diam,
bukan karena enggan menjawab,
hanya saja,
aku memang belum memiliki jawabannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

29 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kucari Kamu

[PUISI] Kucari Kamu

28 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Inang Benalu

[PUISI] Inang Benalu

27 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rumit

[PUISI] Rumit

26 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Sepi yang Berisik

[PUISI] Sepi yang Berisik

26 Apr 2026, 05:25 WIBFiction