Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Diam yang Menguatkan

[PUISI] Diam yang Menguatkan
Photo by Florian Cordier on Unsplash

Aku belajar dari laut: bahwa ombak tak bisa dihentikan,
tapi bisa diterima kehadirannya

Begitu pula hidup
kadang datang badai,
kadang hanya angin yang pelan menyapa

Aku tidak lagi sibuk menata dunia agar selalu nyaman
Aku sibuk menata batin,
agar tetap tenang dalam apapun yang datang

Aku tidak bisa mengendalikan orang lain,
bahkan kadang tidak bisa mengendalikan diriku sendiri
Tapi aku bisa memilih
kapan harus menjawab,
kapan cukup diam,
kapan melepaskan

Setiap luka tak harus dibalas
Setiap omongan tak harus diladeni
Setiap kehilangan tak harus diisi

Aku tak ingin jadi manusia yang selalu ingin menang
Aku ingin jadi manusia yang tetap waras
di tengah gempuran dunia yang terlalu gaduh

Diam bukan lemah, menahan bukan kalah
Kadang, hanya dengan tidak bereaksi,
kita sudah menang banyak hal
tanpa perlu membuat keributan

Karena hidup bukan soal siapa yang lantang,
tapi siapa yang tetap berdiri tegak di tengah sunyi,
tanpa kehilangan arah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sunyi yang Mendesak

24 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction