Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Genangan Rindu

[PUISI] Genangan Rindu
Unsplash/Amritanshu Sikdar

harus bagaimana memangkas malam
agar cepat bertemu fajar
harus seperti apa membunuh sepi
dini hari tanpa kecup sapamu

.

ternyata rindu kembali mengayuh
menyapa jiwa terbalut angkuh
menyerang tak kenal waktu
membidik hati dalam lara dan pilu

.

kini mata enggan memejam
jemari kembali meronta lewat huruf
menasbihkan hati pada ingatan tentangmu
membawa rasa 'tuk meraba hadiranmu

.

saat mentari datang kian tinggi
saat senja mulai menyapa rona mega
saat malam hembuskan udara dingin
bahkan saat pagi masih mengintip malu

.

rindu ini tak kunjung pergi
kasih ini menolak menjadi sirna
raga ini terbelit dahaga atas peluk hangatmu
sungguh, aku rindu padamu...

 

 

 

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifina Budi A.
EditorArifina Budi A.
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Satu Pelukan yang Hangat

10 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Pelan

[PUISI] Pelan

09 Mei 2026, 17:57 WIBFiction
[PUISI] Tabungan Rasa

[PUISI] Tabungan Rasa

09 Mei 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Perangai Mematikan

[PUISI] Perangai Mematikan

09 Mei 2026, 08:48 WIBFiction
[PUISI] Niskala

[PUISI] Niskala

08 Mei 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Kepada Kegagalan

[PUISI] Kepada Kegagalan

07 Mei 2026, 05:25 WIBFiction