Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Hampa

[PUISI] Hampa
ilustrasi seorang wanita (paxels.com/Liza Summer)

Hembusan malam menyelimutiku

Selir-selir angin bertiup

Daun-daun kering berjatuhan tanpa beban

Ku duduk sambil bersenandung lirih

Secangkir kopi hitam di tanganku

Ku minum perlahan yang meninggalkan jejah pahit di lidah

Memandangi langit bagai sangkar yang terkunci

Bising yang tak tahu dari mana memekkan telinga

Diam meratap diam merenung

Tangisanku tertahan dalam diam

Jeritan tertahan dam kesunyian

Hampa yang terasa tanpa siapun menoleh dan mendengar

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kenangan yang Tak Ikut Pergi

26 Mar 2026, 06:02 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction