Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kabar dari Kota Mati

ilustrasi seorang pria berjalan di kota yang sepi
ilustrasi seorang pria berjalan di kota yang sepi (pexels.com/KoolShooters)

Terselip sepucuk harap dari sini
Dari kota yang telah mati
Kami berusaha mengirim kabar melalui banyak sisi
Tapi dunia hanya sibuk memperkaya diri

Kami mengendus bau lumpur dan mayat di sini
Di kota yang telah mati ini
Kaki menempuh kiloan meter untuk kembali mengabari
Tapi hanya sunyi yang menemukan kami

Sebagian terus berlari sementara yang lainnya menepi
Padahal tidak ada jeda untuk kota yang telah mati
Terus bertahan atau tumbang secara murni
Lama-lama kami dilahap sepi tanpa mampu mengabari lagi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sapu Tua dan Debu Waktu

17 Jan 2026, 20:07 WIBFiction
ilustrasi menghadap laut

[PUISI] Palung Batin

16 Jan 2026, 20:07 WIBFiction
ilustrasi kertas putih

[PUISI] Halaman Kosong

14 Jan 2026, 20:17 WIBFiction
ilustrasi perempuan membaca buku di laut

[PUISI] Tabu

14 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih

[PUISI] Sebuah Penantian

13 Jan 2026, 17:57 WIBFiction