Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kembali

pexels.com/Tom Swinnen
pexels.com/Tom Swinnen

Seorang pengembara berjalan di atas retakan tanah
Dalam dahaga yang kian mengoyak tenggorokannya
Ia tetap berjalan dengan kaki yang penuh darah
Berjalan mengikuti tapakan yang tiada habisnya

Tanpa pernah bertanya kepada Tuhan 'kan di mana akhirnya
Air matanya telah mengering tak bersisa
Kulitnya hangus terbakar sang surya
Peluh tiada henti membasahi tubuhnya yang kian renta

Pernah suatu kali ada yang memayunginya
Juga menghapus peluh dan darah di tubuhnya
Lalu kemudian dia siramkan air garam dalam luka yang menganga
Jangan tanya apa rasanya, tak satu tetes pun deraian itu jatuh dari matanya

Tuhan, peluklah raga sekali saja
Dalam luka yang kian mendera menjelma rasa
Langkah kian gontai dalam terpaan fatamorgana
Biarkan aku berada di sisi-Mu selamanya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kutub Kutub Magnet

07 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi hutan bambu

[PUISI] Rumah tak Bersisa

07 Feb 2026, 07:07 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih karena ditinggal kekasih

[PUISI] Belenggu Rindu

06 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi menggosip

[CERPEN] Penggosip

05 Feb 2026, 15:17 WIBFiction
ilustrasi seseorang kehujanan

[PUISI] Hujan dan Luka

04 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
Ilustrasi gambar orang berjalan

[CERPEN] Langkah Kerinduan

04 Feb 2026, 05:10 WIBFiction
Seseorang menatap langit senja

[PUISI] Jingga di Langit

04 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi potret buram (pexels.com/Cottonbro studio)

[PUISI] Simpang Buram

03 Feb 2026, 06:12 WIBFiction