Langit senja perlahan memerah,
Menyimpan kata yang tak sempat terucap.
Kita pernah dekat tanpa banyak resah,
Kini percakapan hilang bersama arah.
Angin membawa suara yang samar,
Tentang tawa yang pernah terdengar.
Namun jarak tumbuh semakin lebar,
Membuat rindu enggan benar-benar pudar.
Di bawah langit yang sama jingga,
Namamu masih tinggal dalam jeda.
Banyak cerita ingin kembali terbuka,
Namun bibir memilih diam saja.
Senja pun tenggelam membawa cahaya,
Menyisakan sunyi di antara kita.
Mungkin percakapan memang harus sirna,
Agar rindu belajar berbicara tanpa suara.
![[PUISI] Langit Senja dan Percakapan yang Hilang](https://image.idntimes.com/post/20260317/pexels-tandao-22431022_a3122722-8250-4667-9b1c-eb1dcbc11656.jpg)