Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[Puisi] Maaf Hati

ilustrasi perempuan (unsplash.com/Niko Tsviliov)
ilustrasi perempuan (unsplash.com/Niko Tsviliov)

Tak nyata, ada rasanya
Terluka, terlukis dalam benaknya
Menyangkal, menariknya hingga remuk
Berdarah-darah

Perasa itu hati
Mengapa asa harap membayangi
Hinggap ekspektasi tak ternaungi
Ekspresi ekspedisi rasa hati

Dendam menguji
Ikhlas tak diterima diri
Terbit amarah caci emosi
Tertunduk usap jatuhnya mata air sedih ini

Remuk, patah, berdarah-darah
Kepingnya meminta satukan lagi
Terima dengan indah
Menjadikannya prasasti dari keping hati utuh kembali

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Setelah Luka

13 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi senja

[PUISI] Lirih Jingga

13 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Menyeduh Sabar

12 Feb 2026, 19:47 WIBFiction
ilustrasi bayangan di bawah senja

[PUISI] Benang Temaram

12 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan berdoa

[PUISI] Kepada Ramadan

11 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi wanita

[PUISI] Telanjur Salah

10 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi berdiri

[PUISI] Sepenuhnya Pulih

10 Feb 2026, 14:07 WIBFiction