Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Makhluk Terhormat

ilustrasi menatap senja (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi menatap senja (pexels.com/Pixabay)
Intinya sih...
  • Puisi "Makhluk Terhormat" menyoroti perilaku yang tidak pantas
  • Menekankan pentingnya merenung dan menghargai keheningan
  • Makhluk terhormat tidak akan terpengaruh oleh godaan negatif
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tak harus berteriak selayaknya jalang

Pun berseru menggebu-gebu

Tak perlu bebal untuk menyangkal

Bersorak ria menikmati pura-pura

Setiap suara makhluk terhormat

Meramu doa menikmati senyap

Jangan mencari suara teriakan

Kau hanya akan mendapati redam

Ia tak terbawa arus

Sekalipun pedih pisau menghunus

Lantas, apa yang tak pantas?

Makhluk terhormat tak akan kalah oleh culas

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hitung Mundur Tahun Baru

01 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi wanita bahagia

[PUISI] Utuh Setelah Retak

31 Des 2025, 07:15 WIBFiction
ilustrasi memegang uang

[PUISI] Semburat Nafsu

31 Des 2025, 05:04 WIBFiction
ilustrasi robekan kertas tercecer

[PUISI] Robekan Memori

28 Des 2025, 21:07 WIBFiction
ilustrasi bayangan seorang perempuan

[PUISI] Ruang Kenangan

28 Des 2025, 16:48 WIBFiction
siluet seekor burung dengan latar langit senja sore hari

[PUISI] Langit Bercerita

28 Des 2025, 07:48 WIBFiction