Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Malas yang Tak Ingin Pergi

ilustrasi perempuan sedang malas
ilustrasi perempuan yang sedang malas (pexels.com/cottonbro studio)

Ada hari-hari ketika tubuhku
menjadi kerajaan yang tak ingin digerakkan,
pikiran melayang seperti asap dupa
yang sengaja menunda jatuh
karena dunia terasa terlalu bising untuk ditangani.

Malas ini bukan sekadar enggan bergerak,
ia menjelma kabut yang melingkari kepala,
menunda niat, memperlambat tekad,
menjadikan setiap langkah
sepelan tekad yang sedang menua.

Aku berdamai dengannya, lalu jengkel padanya,
lalu kembali menyerah dalam putaran yang sama,
seakan energi hidupku menjadi koin terakhir
yang harus kuhitung berulang
sebelum kutentukan mau hidup atau rebah lagi.

Dan pada akhirnya aku sadar,
malas ini bukan musuh,
melainkan isyarat tubuh
yang terlalu lama kupaksa berlari.
Ia bertahan
karena aku belum sepenuhnya belajar menjalani hari
tanpa memikul beban yang tak seharusnya kujalani.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Langkah Pertama setelah Hujan

16 Des 2025, 13:47 WIBFiction
ilustrasi orang menempelkan sticky notes

[PUISI] Pergi untuk Pulang

15 Des 2025, 21:07 WIBFiction
ilustrasi memasak bersama keluarga

[PUISI] Aroma Masakan Ibu

14 Des 2025, 05:15 WIBFiction
ilustrasi secangkir kopi (pexels.com/Boryslav Shoot)

[PUISI] Kopi Hitam

14 Des 2025, 05:04 WIBFiction
Posisi tenang

[PUISI] Harapan Fana

12 Des 2025, 16:57 WIBFiction