Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Masih Bersama Kemelut Hati

[PUISI] Masih Bersama Kemelut Hati
ilustrasi perempuan berdiri di bibir pantai (pexels.com/Tiana)

Masih bersama kemelut hati
Semakin menakutkan alih-alih menguap
Tidak lagi merasa gempita pada minat yang sering kali menemani dalam bisu

Gelombang meratap ini harus segera usai
Tapi, di mana harus menepikan ombaknya?
Sementara warna baru mulai merambati sanubari menggoda untuk singgah dan mengicipi

Apa kiranya sama dengan yang sudah-sudah?
Atau kali ini bisa dimenangkan?
Tapi, masih ingin mengecap pahit bulir-bulir kenangan karena jiwa ini memang senang menikmati ombak di tengah malam

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pramanita Khafizah
EditorPramanita Khafizah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Waktu yang Belajar Mengerti

02 Apr 2026, 15:47 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction